|
Judul: Kawan sekerja Allah
Umumnya kata "hamba" kita pakai untuk membaha-sakan diri di hadapan
Allah. Kita mungkin pernah mendengar arti hamba atau budak dalam
PB, yaitu pada sistem perbudakan zaman itu di mana para budak
adalah orang-orang yang berstatus sangat rendah, bahkan lebih
rendah dari hewan. Tak punya hak, tak mendapat upah, hidupnya
dimiliki dan dikontrol tuannya.
Tidak heran bila di kalangan tertentu, para orangtua keberatan jika
anaknya ingin menjadi hamba Allah. Bagi mereka, status sosial
hamba Allah adalah rendah, begitu pula perekonomiannya. Namun
sebagian kelompok berpandangan lain. Mereka justru merasa
terhormat bila anak mereka menjadi hamba Allah. Sebab dalam
pandangan mereka, menjadi pendeta atau menduduki jabatan resmi
gerejawi tertentu, justru meningkatkan pengaruh dan status sosial
mereka.
Nah, yang mana yang Anda setujui? Yang mana yang Anda hayati ketika
terlibat dalam pelayanan atau waktu merespons ajakan untuk
melayani? Paulus memperkenalkan istilah lain untuk memahami arti
menjadi seorang yang melayani Allah. Ia menyebut dirinya dan
semua yang terlibat dalam penginjilan, misi, penggembalaan,
pembangunan gereja, dan berbagai bentuk pelayanan lain, sebagai
kawan sekerja Allah, sambil tetap memakai istilah pelayan Tuhan.
Dalam perusahaan, "kawan sekerja" atau "partner" biasa juga
disebut kolega, atau rekanan. Ini menunjukkan kedudukan yang
sangat penting dan terhormat.
Konsep paradoks ini sebaiknya ada bersamaan dalam diri tiap orang
yang terlibat pekerjaan Allah. Kita adalah hamba-Nya karena
karunia-Nya yang menyelamatkan membuat hidup kita adalah
milik-Nya. Kita adalah kawan sekerja-Nya sebab dalam keajaiban
anugerah dan cara Ia mewujudkan rencana-Nya, Ia menjadikan kita
rekan-Nya. Jika konsep ini benar-benar kita hayati, pasti radikal
praktiknya! Kita tidak bersaing dengan sesama pekerja Tuhan,
tetapi bekerja sama! Kita tidak menilai pelayanan dari cara
pandang yang lepas dan pecah, tetapi dari perspektif kebersamaan
yaitu keutuhan tubuh Kristus. Kita bersyukur boleh berjuang dan
semua yang kita kerjakan saling melengkapi dan Allah nyata!
|