|
Judul: Allah memelihara
Pindah ke tempat yang baru tidak selalu menyenangkan. Terutama jika
orang-orang di tempat yang baru itu tidak menunjukkan sambutan
yang baik.
Kepindahan Israel ke tanah yang baru juga tidak mudah. Mereka harus
menghadapi penduduk asli dan mempertahankan tanah yang Tuhan
anugerahkan. Sebagai pendatang baru, mereka terancam oleh
kekuatan militer kerajaan-kerajaan di sekeliling mereka, yang
tidak menyukai kehadiran mereka. Sebab itu mau tidak mau Israel
harus berperang, karena itulah cara pemecahan konflik antar
bangsa yang berlaku pada waktu itu. Namun Israel, yang selain
memiliki identitas sebagai sebuah bangsa juga berstatus sebagai
umat Allah, sadar benar bahwa pengharapan dan tempat perlindungan
mereka hanya Allah saja. Walau tak punya bala tentara, pemazmur
tahu bahwa hanya dengan tergantung pada kemenangan Allah saja
maka mereka akan selamat. Untuk itu pemazmur mengingat-ingat
kejayaan dan pertolongan Allah di masa silam, agar umat tidak
gentar menghadapi musuh. Sebaliknya mereka akan memiliki
keyakinan bahwa hanya Allah yang sanggup melepaskan umat-Nya dari
maut (ayat 20-21).
Mengingat Allah hanya di kala sulit memang tidak dian-jurkan. Namun
bukan berarti bahwa kita tidak boleh meminta tolong pada Tuhan,
karena mengandalkan Tuhan di saat sulit adalah bagian iman kita.
Mazmur ini mengajar kita untuk datang kepada Allah saat hidup
sarat dengan berbagai beban yang menekan. Berada di tengah
kuasa-kuasa yang berusaha menekan kita, maka harapan kita
seharusnya dijangkarkan pada Tuhan yang berkuasa mengalahkan
musuh-musuh-Nya. Marilah kita menjadikan hidup sebagai buku
cerita yang berisi kisah pertolongan dan karya Allah di sepanjang
hidup. Dan isi juga hidup Anda dengan puji-pujian tentang kasih
setia dan kebesaran-Nya, sehingga orang lain pun dapat takjub
menyaksikannya dan kemudian ikut memuliakan Tuhan. Oleh karena
itu, buka hidup Anda bagi Tuhan dan persilakan Dia berkarya dan
menunjukkan kejayaan-Nya pada Anda.
|