|
Judul: Allah berkuasa melindungi
Meski berkerinduan hidup dalam damai, orang percaya tidak luput dari
orang-orang yang bersikap membenci dan memusuhi. Lalu bagaimana
kita harus bersikap?
Daud harus menghadapi orang-orang yang berkonspirasi untuk melawan
dia (ayat 2-3). Mereka menggunakan kata-kata keji untuk melukai
dia (ayat 4-5). Bahkan mereka merancang kejahatan yang akan
ditujukan kepada dia (ayat 6-7). Oleh karena itu Daud meminta
Allah untuk menghakimi musuh-musuhnya. Daud mengharapkan
perlindungan Ilahi karena ia yakin bahwa Allah akan menghukum
orang-orang jahat.
Apa yang terjadi kemudian menunjukkan bahwa Allah lebih berkuasa
daripada musuh-musuhnya. Senjata yang telah mereka lontarkan
kepada dirinya, yaitu kata-kata yang keji dan jahat, kemudian
dibalikkan Allah (ayat 8-9). Seolah bumerang yang kembali kepada
orang yang melemparkannya. Pembalasan yang Allah lakukan akan
membuat orang menjadi gentar hingga tak berani melakukan hal yang
sama kepada orang pilihan Allah (ayat 10). Namun orang-orang
benar akan bersukacita karena apa yang telah Allah lakukan, dan
ini akan memperbarui iman mereka pada Tuhan (ayat 11).
Ternyata musuh-musuh orang percaya hanya berjaya sebentar saja. Ada
saat mereka merasa berada di atas angin. Namun Tuhan yang perkasa
tidak akan membiarkan umat-Nya ditindas kejahatan. Ketika
umat-Nya datang kepada-Nya, saat itulah Ia akan turun tangan dan
bertindak menyatakan kuasa-Nya. Ini menjadi pelajaran bagi kita,
orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Ketika berhadapan dengan
orang-orang yang melontarkan perkataan keji, yang menuduh atau
memfitnah kita, kita tahu bahwa kita harus menyerahkan masalah
itu kepada Allah. Belajar dari pengalaman Daud, kita dapat
meyakini bahwa Allah pasti melindungi kita dan akan membalikkan
kejahatan itu kepada mereka yang melakukannya. Semua itu
dilakukan Allah karena Ia ingin menyatakan kemuliaan dan
kuasa-Nya atas si jahat serta untuk kesejahteraan umat-Nya.
|