|
Judul: Melayani dalam kuasa Roh
Bagaimana kesan Anda tentang pernyataan Paulus ini? Tidak
mengandalkan kapasitas dan daya apapun yang dia miliki secara
kodrati dalam pelayanan! Bahkan tidak mau tahu yang lain kecuali
"Dia yang disalibkan!" Sungguh ekstrim! Mengingat konteks kota
Korintus sebagai kota pelabuhan dagang, pusat budaya, serta
berbagai kegiatan religius, jelas tidak mudah melayani di sana.
Jika sekarang kita melayani kaum intelektual, bukankah kita harus
memiliki bobot dan mampu tampil meyakinkan secara intelektual
juga? Jika pewartaan atau pelayanan kita tidak mengandung
argumentasi intelektual, siapa yang mau mendengar kita? Jika kita
ingin mencapai orang berpangkat atau para pesohor, tetapi kita
tidak selevel mereka, bagaimana kita dapat mengharapkan sambutan?
Begitulah, logika mendorong kita untuk menyesuaikan diri sebisa
mungkin setara orang yang ingin kita ajak berelasi. Hal inilah
yang disoroti serius oleh kesaksian Paulus dalam pelayanan. Mari
amati baik-baik. Firman Allah bukan menuntut kita untuk menolak
semua kapasitas dan cara pendekatan wajar dan manusiawi. Isu
intinya di sini bukan soal memakai atau tidak memakai, tetapi
bergantung pada apa atau siapa kita dalam pelayanan. Kita harus
sadar bahwa semua kapasitas manusia selalu ada segi baiknya,
tetapi juga membawa kecemaran dan "kebengkokan" sifat dosa. Maka
kita tidak harus memusuhi juga tak boleh mengandalkannya. Kita
harus mengandalkan kuasa Roh dan kuasa yang terdapat dalam Injil
Kristus. Semua kapasitas manusia adalah sarana yang harus
dikuduskan dan ditopang oleh kuasa-Nya. Bukan sebaliknya!
Bukan Paulus sendiri yang berpendirian seperti itu. Coba renungkan
para hamba Allah dalam PL: Nuh, Musa, Yeremia, Daniel, dlsb. Juga
mengapa ketika mengutus para murid Yesus melarang mereka membawa
bekal lebih. Bukan saja agar ketergantungan kita tidak ke arah
yang salah, juga agar potensi manusia yang tercemar dosa tidak
mengacaukan isi pelayanan Roh kepada sesama kita. Dan tentunya,
agar bukan diri kita yang dimuliakan, tetapi Dia saja yang layak
dipuji! Jadi doa, karunia Roh, kuasa Injil, itulah yang harus
jadi hakikat pelayanan kita!
|