|
Judul: Tuhanlah harapanku
Keamanan adalah salah satu kebutuhan manusia. Banyak orang yang
berani bayar mahal demi mendapatkan rasa aman, misal dengan
membayar pengawal pribadi.
Daud pernah juga berada dalam posisi tidak aman, yakni saat
menghadapi orang yang bermaksud menjatuhkan dia dari
kedudukannya, dengan berbagai macam cara (ayat 4-5). Dalam
kondisi krisis semacam itu, Daud tahu ke mana dia harus pergi,
yaitu kepada Allah yang menjadi tempat perlindungannya (ayat 2-3,
6-7). Daud tahu bahwa Allah adalah dasar keselamatan dan
kemuliaan-Nya. Sebab itu ia mendorong orang untuk memercayai
Allah senantiasa. Dan itu bisa dinyatakan dengan berdoa kepada
Dia (ayat 8-9).
Menurut Daud, tidaklah bijaksana bila orang tergantung kepada manusia
bila ingin mencari perlindungan dan rasa aman. Memang pada saat
itu Daud harus menghadapi orang-orang yang menginginkan
kejatuhannya dengan cara apaun (ayat 10-11). Bagi Daud,
orang-orang semacam itu bagaikan angin, tidak memiliki arti
apapun dan tidak punya kuasa sedikit pun. Karena itu tempat
perlindungan yang aman, satu-satunya adalah Allah. Ia Maha Kuasa,
penuh kasih setia, dan senantiasa bertindak adil (ayat 12-13).
Kita pun pasti pernah menghadapi krisis karena berbagai masalah yang
melanda hidup kita. Dalam situasi dan kondisi seperti itu, kepada
siapakah kita hendak menggantungkan harapan dan menaruh
kepercayaan kita? Adakah Allah sebagai yang pertama dan
satu-satunya kita ingat ketika kita dilanda krisis? Hanya dangan
membawa diri mendekat dan melekat pada kuasa pemeliharaan-Nya
yang melampaui segala akal, kita akan mendapatkan aliran
ketenangan dan kedamaian sekalipun berada ditengah-tengah badai.
Semua kekayaan, kemasyhuran, dan relasi sebaik apapun tidak akan
memberi jaminan apapun di dalam hidup ini. Bawalah diri kita
mendekat kepada aliran kasih dan kuasa Tuhan yang tak terbatas
itu. Maka ketenangan dan kemenangan pasti menjadi bagian kita.
|