Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Mazmur 61
< Juli
2009
>
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Rabu, 8 Juli 2009

Judul: Ketika merasa sendirian
Sendirian dan terasing, itulah situasi yang dihadapi pemazmur. Ia berada dalam pelarian. Tanpa teman, ia berada di pegunungan yang berbatu-batu. Tentu ia merasa kesepian. Dirinya lemah lesu (ayat 3). Ke manakah ia harus pergi kalau bukan kepada Tuhan? Siapakah yang bisa dia ajak bicara kalau bukan Tuhan? Maka ia berseru kepada Tuhan, sang Gunung batu. Ia meminta Allah memberi perhatian pada doanya (ayat 2). Ia mengharapkan Allah menjadi tempat perlindungan karena baginya, Allah adalah gunung batu dan menara yang kuat (ayat 3-4). Kerinduan akan perlindungan Allah ini dilandaskan pada pengalaman pemazmur dengan Allah sebelumnya (ayat 4). Maka pemazmur berharap dapat tinggal di rumah Allah, untuk menikmati perlindungan-Nya (ayat 5). Harapan yang disertai keyakinan bahwa Allah mendengar doanya (ayat 6). Pada saat itulah, pemazmur akan memuji Allah dengan nyanyian dan akan memberi persembahan secara teratur (ayat 9).

Masalah memang sering membuat kita merasa sendirian dan terasing, meski berada di tengah orang banyak. Seakan-akan tak ada teman untuk berbagi masalah. Orang terdekat pun seolah tak memahami kita. Namun sebagai orang percaya, kita dapat dengan yakin memohon kelepasan dari Allah. Dia tidak pernah bisa dibatasi oleh apapun juga. Ingatlah janji-janji dalam firman-Nya. Ingat juga kesetiaan-Nya yang telah kita alami sebelumnya. Pengalaman dan juga firman akan menguatkan kita tatkala kita merasa sendirian. Selain itu, yakinlah bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Dia akan selalu menganugerahkan kekuatan dan per-lindungan yang sempurna kepada kita.

Dengan senantiasa memercayai Tuhan sebagai gunung batu dan kota benteng kita, seluruh totalitas hidup kita akan berubah. Tak ada lagi yang dapat menjadi ancaman bagi kita. Ketika kita bergantung penuh pada Dia, tak ada lagi yang dapat mengoncangkan kita. Maka temukan kekuatan dengan berserah secara total kepada kasih dan kesetiaan-Nya.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran