Bacaan : Lukas 22:3-6
Kita tahu bahwa Iblis itu jahat; si pendusta; si pencuri. Itu semua
memang sifat dan julukannya. Namun, bagaimana jika dikatakan bahwa
Iblis itu sabar? Mana ada Iblis sabar? Namun, menurut injil Lukas
memang demikian. Iblis itu sabar-sabar menunggu. Menunggu kesempatan
yang baik.
Sejak kegagalannya mencobai Yesus, Iblis memang mundur dari
gelanggang sambil disebutkan "menunggu saat yang baik" (Lukas 4:13).
Kapankah kesempatan itu tiba? Rupanya saat itu baru tiba menjelang
kisah kesengsaraan Yesus. Ia menemukan peluang yang tepat untuk
bertindak lagi, yaitu dengan "memakai" salah seorang dari ke-12 murid
yang bernama Yudas Iskariot (22:3). Di dalam diri Yudas, Iblis
"mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus" (22:6). Itu
memang merupakan strategi Iblis sejak dahulu: menunggu dengan sabar
dan mencari kesempatan untuk memakai siapa yang lengah bagi pemenuhan
rencana jahatnya.
Rasul Paulus mengingatkan kita, "... janganlah beri kesempatan kepada
Iblis" (Efesus 4:27). Sesungguhnya banyak dosa tidak dilakukan
tiba-tiba-serba mendadak, seperti kata orang "setan lewat". Tidak!
Dosa terjadi karena kita lengah dan sengaja memberi kesempatan kepada
Iblis untuk mengendalikan nafsu dan perbuatan kita. Oleh sebab itu,
tidak ada cara lain untuk melawan siasat si jahat ini, kecuali
senantiasa bermawas diri. Selalu sadar, berdoa, dan berjaga-jaga
(Matius 26:40,41; 1Petrus 5:8). Selain untuk mengenang penderitaan
Tuhan Yesus, masa menjelang Paskah adalah masa untuk meningkatkan
mawas diri kita selaku anak-anak Tuhan -PAD
IBLIS ITU PENCURI KESEMPATAN YANG LIHAI
MAKA BERSIAGALAH DI DALAM TUHAN PADA SEGALA KESEMPATAN
|