Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2012/11/02

Jumat, 2 November 2012

Bacaan   : Kisah 4:23-31
Setahun : Markus 11; Yohanes 12
Nas       : Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, ... (Kisah 4:24)

BERSERU BERSAMA

Ada lebih banyak orang kristiani yang menjadi martir pada abad kedua puluh dibandingkan dengan jumlah seluruh martir dari abad-abad sebelumnya. Bagaimana reaksi Anda mengetahui hal ini? Biasa-biasa saja? Tersentak? Kasihan? Benci pada orang-orang yang menganiaya kekristenan?

Ketika mendengar tekanan dan aniaya yang dialami oleh Petrus dan Yohanes, saudara-saudara seiman dalam komunitas jemaat Tuhan mengambil langkah untuk berdoa. Mereka menyadari bahwa masa-masa sulit itu adalah bagian yang memang akan terjadi untuk menggenapi rencana Tuhan (ayat 25-28). Mereka mengakui kegentaran mereka terhadap ancaman-ancaman yang mereka terima (ayat 29a). Namun, mereka tahu bahwa mundur bukanlah jalan keluar, sebab dunia harus mendengar kabar kasih karunia Tuhan yang dinyatakan melalui Yesus Kristus. Yang mereka minta adalah penyertaan dan kuasa Tuhan agar mereka dengan berani dapat menyampaikan kebenaran firman-Nya (ayat 29b-30). Respons Tuhan? Dia mencurahkan Roh Kudus dan memampukan mereka menjadi saksi-saksi-Nya (ayat 31).

Kita bersyukur jika masih bisa beribadah dengan bebas. Di berbagai tempat, mengekspresikan iman kristiani bisa diancam dengan penjara, siksaan, bahkan kematian. Pada Hari Doa Sedunia bagi Gereja-Gereja Teraniaya ini, mari bersehati berdoa, mohon kuasa dan penyertaan Tuhan dicurahkan sehingga dengan setia dan berani, mereka dapat tetap memberitakan kebenaran dan menjadi berkat di mana pun mereka berada. -- JOE

BERSERU KEPADA TUHAN ADALAH LANGKAH TERBAIK DI TENGAH ANIAYA.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org