Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2011/08/14

Minggu, 14 Agustus 2011

Bacaan   : Matius 8:28-34
Setahun : Yesaya 43-45
Nas       : Apa urusanmu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya? (Matius 8:29)

GILA VS KERASUKAN SETAN

Apa perbedaan orang gila dan orang kerasukan setan? Ini pendapat seorang psikiater-sekaligus istri pendeta: "Orang sakit jiwa berpandangan mata kosong meski tindakannya bisa agresif. Sedang orang yang kerasukan akan bermata liar bila ditatap langsung." Sekitar 30 tahun lalu, kami pernah menghimpun para siswa untuk tinggal di home training. Suatu hari, datang seorang pemuda yang sudah 3 hari terlunta-lunta turun-naik mobil tumpangan dan berjalan kaki dari Gombong sampai Yogya. Ia sangat lemas karena tidak makan. Kami memberinya makan, lalu mengajaknya beribadah. Tiba-tiba ia kejang dan menjerit-jerit.

Enam siswa berbadan cukup besar memeganginya, tetapi entah kekuatan dari mana, pemuda loyo ini bisa melemparkan semuanya. Ketika saya menanyainya, "Siapa kamu?" Ia berteriak: "Jangan ganggu aku!" Lalu ia mengaku sebagai si A, si B, si C. Sungguh mengerikan. Lalu saya teringat pada firman Tuhan bahwa bila terang itu datang, gelap akan terusir pergi (Yohanes 1:4-5). Maka, saya pun ber-teriak: "Dalam nama Yesus, pergi, hai engkau kuasa jahat!" Tiba-tiba pemuda itu menggelepar, lalu tertidur hingga pagi. Tuhan memulihkannya.

Alkitab juga menyajikan fakta bahwa setan ada dan bisa bermanifestasi dalam manusia. Di Gadara, dua orang yang kerasukan setan berteriak kepada Yesus: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah?" Namun di hadapan Yesus, setan takluk. Maka, percayalah penuh kepada Yesus. Melalui Roh-Nya, Dia melindungi dan menjagai anak-anak-Nya. Kuasa-Nya melampaui segala kuasa, termasuk kuasa setan (Yohanes 10: 28-30). Jika setan pun mengakui kedahsyatan-Nya, masakan Anda meragukan penyertaan-Nya? -- SST

SETAK TAK DAPAT MERASUKI MANUSIA
YANG MENGUNDANG YESUS TINGGAL DI HATI DAN HIDUPNYA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org