Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2011/08/06

Sabtu, 6 Agustus 2011

Bacaan   : Keluaran 16:1-8
Setahun : Yesaya 15-18
Nas       : Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN (Keluaran 16:8)

LUPA BERTERIMA KASIH

Seorang prajurit Amerika berkesempatan rehat di kamp peristirahatan setelah sekian waktu aktif bertugas. Ketika kembali ke kesatuannya, ia menulis surat kepada Jenderal George Patton dan berteri-ma kasih atas pelayanan mengesankan yang diterimanya di kamp itu. Jenderal Patton membalas bahwa selama tiga puluh lima tahun ia berusaha memberikan perhatian dan kenyamanan sebaik mungkin bagi para prajuritnya. Lalu ia menambahkan bahwa surat prajurit itu adalah ucapan terima kasih pertama yang diterimanya selama ia memimpin Angkatan Bersenjata.

Penyakit lupa berterima kasih mudah menjangkiti kita. Bangsa Israel mengalaminya secara massal. Belum dua bulan mereka di padang gurun (ayat 1). Tuhan sudah mengatasi masalah pertama mereka-kekurangan air-secara ajaib: mengubah air yang pahit menjadi manis (Keluaran 15:22-26). Kini muncul masalah kedua: kekurangan makanan. Alih-alih mengingat pemeliharaan Tuhan sebelumnya, mereka bersungut-sungut lagi kepada Musa dan Harun (ayat 2). Belum dua bulan, dan mereka sudah lupa.

Belum sempat bersyukur, mereka kembali bersungut-sungut. Musa menjawab bahwa sikap tidak tahu berterima kasih itu sejatinya ditujukan kepada Tuhan (ayat 8), Pemelihara mereka yang sesungguhnya.

Bagaimana kita mengatasi penyakit rohani ini? Salah satunya dengan metode doa P4 (Pengagungan, Pengakuan, Pengucapan Syukur, Permohonan). Gunakan segmen Pengucapan Syukur untuk berteri-ma kasih atas kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Atau, kita bisa mengutip ucapan syukur pemazmur, dan menghayatinya sebagai ucapan syukur pribadi kita -- ARS

WASPADALAH: INGATAN YANG PENDEK
MENCURI UCAPAN SYUKUR DARI HATI KITA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org