Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2011/03/31

Kamis, 31 Maret 2011

Bacaan   : Matius 13:43-46
Setahun : 1 Samuel 25-26
Nas       : Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian (Amsal 23:23)

MEMBELI KEBENARAN

Dalam salah satu amsalnya, Salomo mendorong kita untuk "membeli kebenaran dan tidak menjualnya" (Amsal 23:23). Apakah artinya ini? Tentu kita tidak dapat membeli kebenaran Allah dengan uang. Kita hanya dapat menerima kebenaran itu sebagai anugerah yang cuma-cuma dari Allah. Ketika kita menyambut kebenaran Allah, maka kita menjauhi kefasikan. Dalam hal ini, tentu kita perlu gigih dan memberi pengorbanan. Dalam amsal lain, Salomo menggambarkan pencarian hikmat seperti pencarian harta karun-ada usaha yang sungguh-sungguh (2:4). Dalam perumpamaan yang Yesus ceritakan, orang sampai rela menjual seluruh miliknya untuk mendapatkan mutiara yang sangat berharga (Matius 13:46).

Kita ditantang untuk "membeli kebenaran", semahal apa pun harga yang harus kita bayar. Ketika kita mengembangkan disiplin pribadi untuk menyimak firman Tuhan dengan berwaktu teduh, kita sedang "membeli kebenaran". Ketika kita menolak untuk mengambil jalan pintas kecurangan dan memilih untuk menempuh jalur yang-walaupun berat, sesuai dengan prinsip firman Tuhan, kita juga sedang "membeli kebenaran".

Menjual kebenaran, sebaliknya, berarti meremehkan bahkan mengkhianati kebenaran. Ketika kita membaca atau mendengarkan firman Tuhan, tetapi kemudian mengabaikan dan tidak menerapkannya, kita sedang "menjual kebenaran". Ketika kita mengompromikan integritas karena tergoda iming-iming kenaikan jabatan, kita juga sedang "menjual kebenaran".

Hari ini, baiklah kita meminta anugerah Allah, agar dimampukan untuk membeli kebenaran, dan tidak menjualnya -- ARS

PENGORBANAN ANDA UNTUK MENDAPATKAN KEBENARAN
MENUNJUKKAN SEBERAPA BESAR NILAI KEBENARAN BAGI ANDA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org