Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2010/08/01

Minggu, 1 Agustus 2010

Bacaan   : 1 Samuel 3:1-10
Setahun : Mazmur 57-59; Roma 4
Nas       : Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar (1 Samuel 3:10)

DAPATKAH ANDA DIHUBUNGI?

Dengan telepon genggam, kini seseorang bisa dihubungi kapan pun dan di mana pun. Ironisnya, alat komunikasi ini juga bisa menciptakan kesalahpahaman. Seorang istri jengkel ketika gagal menghubungi suaminya yang berada di luar kota. Sang suami membawa dua telepon genggam, tetapi ketika dua-duanya dihubungi, tidak diangkat. Spontan si istri mengira suaminya selingkuh. Padahal tidak demikian. Ketika rapat siang harinya, telepon genggam sang suami dipasang pada posisi silent. Ia lupa mengembalikannya ke posisi normal, sehingga tidak bisa mendengar bunyi telepon masuk!

Allah selalu ingin menghubungi kita, tetapi terkadang hati kita berada pada posisi "silent". Tidak merespons ketika mendengar suara-Nya. Itulah yang dialami Eli. Karena membiarkan dosa anak-anaknya, ia kehilangan daya dengar rohaninya. Akibatnya, "pada masa itu firman Tuhan jarang" (ayat 1). Lalu Tuhan beralih menghubungi seorang muda yang hatinya bersih. Namanya Samuel. Tiga kali Tuhan memanggil namanya. Mula-mula tidak terjadi komunikasi karena Samuel diam saja. Tuhan baru berbicara setelah Samuel memberi respons, "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar" (ayat 10). Jadi, untuk berkomunikasi dengan Tuhan, kita perlu peka. Menyatakan diri sedia untuk mendengar-Nya.

Tuhan selalu ingin berbicara kepada Anda lewat firman-Nya, termasuk saat Anda berwaktu teduh. Ada pesan yang Tuhan ingin sampaikan. Namun, dapatkah Anda dihubungi? Ketika Tuhan menegur, apakah Anda peka dan segera merespons? Ataukah hati Anda sudah menjadi tuli karena dosa? Atau, terlalu sibuk, sehingga selalu berkata "nanti saja"? -- JTI

APABILA ANDA SUDAH LAMA MERASA TUHAN TIDAK BERBICARA
PASTIKAN HATI ANDA TIDAK BERADA DALAM POSISI "SILENT"

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org