Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2009/12/27

Minggu, 27 Desember 2009

Bacaan   : Lukas 1:26-38
Setahun : Wahyu 7-9
Nas       : Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu (Lukas 1:38)

HATI SEORANG HAMBA

Hamba adalah seseorang yang menyadarkan dirinya untuk selalu berserah dan hanya menuruti segala kehendak tuannya. Demikian pula setiap orang yang mengaku sebagai hamba Allah, seharusnya siap untuk berkata, "Jadilah kehendak-Mu." Kita mungkin akan segera menjawab bahwa kita bisa mengatakannya. Namun, ketika sebuah kenyataan berat menuntut jawaban kita tersebut, sungguhkah kita dapat melakukannya? Adakah kita sungguh mau menerima kehendak Allah dengan segala konsekuensinya, atau kita cenderung ingin mengubah kehendak Allah itu?

Mari belajar dari Maria, ibu Yesus. Ketika malaikat Gabriel membawa berita bahwa Maria akan mengandung, berbagai ta nya muncul. Bagaimana hubungan saya dengan Yusuf? Bagaimana masa depan saya? Menjadi ibu Sang Mesias merupakan kehormatan. Namun, harga yang harus dibayar terasa begitu berat karena harus dibayar dengan seluruh masa depannya.

Biasanya orang gagal untuk berkata, "Jadilah kehendak-Mu" karena tidak bersedia membayar harga. Namun, Maria tidak gagal. Ia menjawab, "Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu". Dalam jawaban ini kita melihat apa yang dipikirkan Maria, yakni bahwa ia sangat menyadari siapa dirinya dan siapa Tuhan. Kebenaran itulah yang membuatnya tunduk.

Kita pun harus menyadari bahwa kita ini milik Allah, hidup kita untuk Allah; tidak lagi untuk diri sendiri. Maka, apa pun yang dikehendaki Tuhan harus kita terima, apa pun keputusan-Nya. Jika kita menganggap bahwa Tuhan itu Allah, dan bukan "alat", sesungguhnya apa pun yang Dia putuskan pasti benar, adil, dan terbaik. Allah tidak akan memberi rancangan jahat bagi kita, umat tebusan-Nya -- ENO

HATI YANG BERSERAH AKAN SELALU PENUH DAMAI SEJAHTERA
KETIKA MENAATI KEHENDAK ALLAH

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org