Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2009/05/10

Minggu, 10 Mei 2009

Bacaan   : Yohanes 2:13-25
Setahun : Mazmur 88-90
Nas       : Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Allah dengan semua domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya (Yohanes 2:15)

MELAYANI SIAPA?

Yesus biasanya digambarkan sebagai gembala yang menggendong domba atau Sosok yang membuka tangan pada orang dari seluruh dunia seperti yang kerap terlihat dalam poster religius. Gambaran itu menunjukkan Yesus yang lembut hati. Gambaran itu tentu tidak salah. Namun, Yesus juga pernah marah! Itulah peristiwa yang terjadi di Bait Tuhan menjelang hari raya Paskah Yahudi. Apa pasal?

Yesus mengobrak-abrik para pedagang hewan dan penukar uang di Bait Tuhan. Para pedagang ini pintar mengambil untung dari situasi ibadah umat. Umat Israel memerlukan hewan korban yang lolos dari sensor cacat dan hanya boleh mempersembahkan uang halal, yakni yang tidak bergambar penguasa Romawi. Nah, para pedagang ini memfasilitasi kepentingan umat dengan menyediakan hewan-hewan yang mulus dan uang yang halal.

Namun, Yesus melihat hal lain. Para pedagang itu rupanya berkongkalikong dengan para imam dalam menentukan hewan yang lolos sensor. Sulit bagi umat untuk meloloskan hewan dari pemeriksaan para imam kalau mereka membawa hewan kepunyaan sendiri. Baru kalau mereka membeli dari pedagang di Bait Suci, hewan mereka akan diloloskan oleh para imam. Hal inilah yang membuat Yesus marah.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah terbebas dari motivasi terselubung semacam ini? Sudahkah pelayanan kita pada Tuhan dan sesama bersih dari kepentingan pribadi yang dipoles dengan kosmetika rohani? Siapakah sesungguhnya yang kita kasihi dan kita layani? Tuhan dan sesama, ataukah kepentingan perut sendiri? -- DKL

IBADAH ITU BUKAN KOMODITAS DAGANG
MELAINKAN PELAYANAN KEPADA ALLAH DAN SESAMA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org