Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2005/11/21

Senin, 21 November 2005

Bacaan   : Ibrani 3:7-19
Setahun : 2 Tes. 1-3, Kis. 18:12-19:10
Nas       : "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman" (Ibrani 3:15)

LEPASKAN

Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dari North Carolina tidak mau berhenti bermain game boy Nintendo selama jam pelajaran. Kepala sekolah pun sudah memanggilnya, tetapi ia tetap menolak berhenti bermain. Ketika petugas pengawas sekolah mencoba menggeledahnya, remaja itu menendang dan memukulnya. Pihak sekolah lalu mendatangkan polisi, namun anak itu tetap bersikeras menolak. Setelah polisi memberikan dua sengatan listrik dari sebuah senjata Taser, mereka akhirnya dapat merebut mainan itu darinya. Ia tidak terluka, tetapi salah satu polisi digigit oleh si anak.

Bagaimana bisa seseorang begitu keras kepala! Coba renungkan penolakan Firaun yang keras untuk melepaskan umat Allah meskipun banyak tulah telah menimpa (Keluaran 5-9). Akhirnya setelah tulah yang ketujuh, hati Firaun pun mulai melunak (9:27,28).

Firaun telah melakukan sesuatu hal yang bodoh dengan mengeraskan hatinya untuk menentang Allah. Namun, lihatlah siapa yang mengeraskan hati di padang gurun. Ibrani 3:15,16 mengatakan, "'Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman,' siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa?"

Hari ini, marilah kita merenungkan apakah Allah sedang berbicara kepada kita. Mungkinkah saat itu kita sedang asyik dengan suatu "mainan" dan menolak untuk mengizinkan-Nya menjadi Tuhan atas kehidupan kita? -AL

ALLAH HARUS MENGUASAI HATI KITA
JIKA KITA INGIN BERJALAN DI JALAN-NYA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org