Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2005/11/10

Kamis, 10 November 2005

Bacaan   : Keluaran 12:29-42
Setahun : Kisah 1-2
Nas       : Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku (Keluaran 20:3)

DEWA DARI EMAS

Allah telah menarik perhatian Firaun dan orang-orang Mesir dengan serangkaian bencana. Kini mereka berusaha keras untuk mengenyahkan budak-budak Ibrani mereka. Tetapi Allah tidak ingin orang-orang Israel meninggalkan Mesir dengan tangan hampa. Lagi pula, ada upah selama 400 tahun yang harus dibayarkan kepada mereka. Maka mereka meminta barang-barang dari perak, emas dan pakaian dari mantan tuan mereka dan mereka mendapatkan semua itu. Keluaran 12:36 mengatakan bahwa orang-orang Israel "merampasi orang Mesir itu".

Namun, tidak lama kemudian umat Allah jatuh dalam penyembahan berhala. Mereka menggunakan emas milik mereka untuk membuat anak lembu emas. Mereka menyembahnya sewaktu Musa sedang berada di Gunung Sinai menerima hukum Allah (32:1-4).

Pengalaman tragis orang-orang Israel ini menyoroti hal yang harus diperhatikan oleh orang-orang kristiani mengenai harta milik mereka. Ada banyak hal di dalam masyarakat yang dapat kita nikmati, tetapi benda-benda materi juga membawa bahaya yang mematikan apabila kita gunakan tanpa berpikir panjang. Os Guinness berkata bahwa kita "bebas menggunakannya", tetapi kita "jangan menjadikannya berhala". Kita adalah "orang asing dan pendatang" (Ibrani 11: 13), dan kita jangan sampai begitu mencintai "kekayaan Mesir" sehingga kita merasa puas dan melupakan panggilan sejati kita.

Apakah kita telah menggunakan berkat-berkat materi kita untuk melayani Tuhan? Atau apakah kita telah menjadi budak mereka? -HWR

EMAS DAPAT MENJADI HAMBA YANG BERGUNA
TETAPI DAPAT JUGA MENJADI TUAN YANG JAHAT

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org