Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2004/06/21

Senin, 21 Juni 2004

Bacaan   : Wahyu 3:14-19
Setahun : Ester 3-5; Kisah 5:22-42
Nas       : Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku (Wahyu 3:16)

KAUM "APATEIS"

Banyak orang mengaku bahwa mereka percaya akan Allah. Itu berarti mereka adalah orang-orang teis. Orang yang benar-benar ateis, sangatlah jarang ditemukan.

Saat ini, tampaknya kita perlu menambahkan istilah baru untuk sejumlah besar orang yang mengaku percaya kepada Allah, tetapi tidak peduli akan Allah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sepatutnya mereka disebut orang-orang apateis. Kata ini terbentuk dari kata benda apati yang berarti "kemasabodohan", yaitu suatu bentuk ketidakpedulian. Dan sayangnya, kepercayaan apa pun yang dianut seseorang, ia tetap hidup sebagai orang "apateis". Imannya hanya menghasilkan perbedaan kecil dalam perilakunya.

Rasul Yohanes mencatat bahwa Yesus menggambarkan gereja di Laodikia sebagai gereja yang tidak dingin atau tidak panas (Wahyu 3:16). Mereka suam-suam kuku, atau dapat kita sebut sebagai orang-orang "apateis".

Bagaimana dengan kita yang mengaku percaya kepada Yesus? Apakah kita suam-suam kuku? Kita berdoa, tetapi doa kita hanyalah sebagai kewajiban? Kita ke gereja dan mungkin terlibat dalam berbagai pelayanan kristiani, tetapi semua itu hanyalah suatu rutinitas, seperti menyikat gigi atau membersihkan rumah? Apakah kita telah kehilangan kasih yang mula-mula, suatu semangat yang kita miliki pada awal perjalanan rohani kita?

Hari ini, marilah kita jadikan doa pemazmur sebagai doa kita: "Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?" (Mazmur 85:7) -- Vernon Grounds

TANPA HATI YANG BERKOBAR UNTUK ALLAH
KITA TIDAK DAPAT BERSINAR BAGI YESUS

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org