Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2003/09/22

Senin, 22 September 2003

Bacaan   : Kolose 3:12-17; Ibrani 10:24,25
Setahun : Daniel 10-12
Nas       : Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain (Kolose 3:16)

KHOTBAH DALAM DIAM

Seberapa pentingkah persekutuan kita dengan umat percaya lainnya di gereja? Izinkan saya menjawab pertanyaan ini dengan menceritakan sebuah kisah.

Seorang pendeta prihatin karena seorang jemaatnya yang biasanya rutin hadir kebaktian tidak lagi tampak di gereja. Setelah beberapa minggu, sang pendeta itu memutuskan untuk mengunjunginya. Ketika sampai di rumah jemaatnya itu, sang pendeta mendapati pria tersebut sedang duduk sendirian di depan perapian. Lalu sang pendeta menyeret sebuah kursi dan duduk di sampingnya. Namun, pria itu hanya mengangguk kepada sang pendeta, tanpa bicara sepatah kata pun.

Kedua orang itu duduk berdiam diri selama beberapa saat, sementara sang pendeta memandangi nyala api di perapian. Ia lalu mengambil penjepit bara, dan dengan hati-hati mengambil sepotong bara, dan menjauhkannya dari dalam api yang menyala. Pendeta itu kemudian duduk kembali sambil tetap berdiam diri. Pria itu termenung memandangi nyala bara api yang disingkirkan itu meredup dengan perlahan. Tak lama kemudian, bara itu pun padam dan jadi dingin.

Sang pendeta melihat jamnya dan pamit pulang. Namun sebelum pulang, ia mengambil bara api yang sudah dingin itu, lalu menaruhnya kembali ke dalam nyala api. Dengan segera bara itu menyala kembali karena cahaya dan kehangatan yang dipancarkan bara-bara di sekelilingnya.

Saat sang pendeta bangkit untuk pergi, pria itu pun berdiri dan menjabat tangannya. Kemudian, sambil tersenyum ia berkata, "Terima kasih atas khotbahnya, Pak Pendeta. Sampai jumpa besok Minggu di gereja" -- David Roper

PERSEKUTUAN YANG HANGAT DI GEREJA
AKAN MENJAGA HATI ANDA TETAP HANGAT

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org