Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2002/06/28

Jumat, 28 Juni 2002

Bacaan   : Roma 12:17-21
Setahun : Ayub 11-13; Kisah Para Rasul 9:1-21
Nas       : Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan (Roma 12:17)

PEMBALASAN ADALAH HAK-KU

Permusuhan antara keluarga Hatfield dan McCoy yang terjadi pada abad ke-19, diawali dengan pertengkaran karena seekor babi razorback [sejenis babi berbadan kurus dan agak buas]. Pertengkaran ini berlanjut dengan pembalasan dendam yang berlangsung terus-menerus hingga puluhan tahun. Mereka saling membunuh dengan kejam sehingga menimbulkan trauma bagi setiap keluarga yang tinggal di lembah Sungai Tug Fork, di sepanjang perbatasan Kentucky dan Virginia Barat.

Orang-orang yang memulai pertengkaran ini, William Hatfield dan Randolph McCoy, seharusnya bertanggung jawab atas banyaknya korban yang mati. Namun mereka tak pernah diseret ke pengadilan. Mereka memang berumur panjang, tapi pada masa hidupnya mereka hanya menyaksikan penderitaan dan kematian orang-orang yang mereka kasihi.

Setiap pembalasan dendam selalu memiliki dampak yang buruk, bahkan sekalipun kita merasa memiliki alasan yang tepat. Hanya Allah yang memiliki hikmat dan kesabaran untuk menghukum pelaku kejahatan secara tepat dan menghakimi mereka. Dia sendirilah yang melakukan pengirikan (Yesaya 63:3). Dia tak memerlukan bantuan kita.

Dunia mengajar kita, "Jangan marah, balas saja!" Namun Paulus memerintahkan kita, "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan ... . Janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah; sebab ada tertulis: Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan" (Roma 12:17-19) -DHR

KITA DAPAT BERTAHAN ATAS KETIDAKADILAN
KARENA KELAK ALLAH AKAN MENGHAKIMI SEADIL MUNGKIN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org