Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2002/05/04

Sabtu, 4 Mei 2002

Bacaan   : 1 Raja-raja 18:1-20
Setahun : 1 Raja-raja 16-18; Lukas 22:47-71
Nas       : Obaja itu seorang yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan (1 Raja-raja 18:3)

PELAYANAN RAHASIA?

Haruskah pelayanan kita kepada Tuhan selalu ditunjukkan agar dapat dilihat semua orang? Ataukah pelayanan itu perlu dirahasiakan agar berhasil? Sepertinya pertanyaan-pertanyaan itu tidak mempengaruhi orang-orang percaya yang masih menikmati kebebasan beragama. Namun hal ini menjadi dilema bagi semakin banyak orang percaya yang menghadapi tekanan.

Dalam 1 Raja-raja 18, kita membaca bahwa Obaja juga mengalami dilema ini. Sebagai pelayan yang saleh di istana Raja Ahab, ia membenci apa yang telah dilakukan istri Raja Ahab, Izebel. Sewaktu Izebel membunuh banyak nabi Tuhan, Obaja menyembunyikan 100 orang nabi dalam gua dan diam-diam memberi mereka makan.

Selama masa itu, Obaja tanpa sengaja bertemu dengan Elia, yang memintanya untuk memberitahukan Ahab bahwa Elia telah tiba. Ahab menganggap Elia sebagai "orang yang mencelakakan bangsa Israel" (ayat 17) dan mencarinya. Namun bila Obaja mengatakan kepada Ahab bahwa ia telah berbicara dengan Elia, itu akan menunjukkan bahwa dirinya adalah nabi Allah juga. Itu berarti ia mempertaruhkan hidupnya sendiri. Namun ia menaati Elia dan bertindak terang-terangan. Ternyata ia tidak dibunuh dan Allah memberkati pelayanannya baik yang terbuka maupun yang rahasia. Hasilnya, banyak nabi Allah terselamatkan.

Ya Allah, beri kami kebijaksanaan untuk mengetahui cara terbaik melayani Engkau, baik secara terbuka atau rahasia. Biarlah pelayanan kami selalu dimotivasi oleh kasih dan hormat kami yang besar terhadap Engkau -JDB

ALLAH LEBIH MEMPERHATIKAN MOTIVASI KITA
DARIPADA CARA KITA MELAYANI

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org