Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2002/03/06

Rabu, 6 Maret 2002

Bacaan   : Yohanes 10:1-18
Setahun : Ulangan 1-2; Markus 10:1-31
Nas       : Ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar (Yohanes 10:3)

ANAK EMAS ALLAH

Sejak putri pertama saya lahir, saya sangat mengasihinya sehingga saya justru tersiksa sendiri. Dengan bodohnya saya merasa takut tidak bisa mengasihi anak saya yang berikutnya sama besarnya, atau takut kalau harus membagi kasih saya di antara mereka supaya adil. Namun ketika putri kedua saya lahir, ternyata saya tetap dapat mengasihinya sama besarnya dengan kasih saya terhadap putri pertama saya, hanya dengan cara yang unik.

Penemuan ini mengingatkan saya bahwa Allah kita yang agung juga mampu mengasihi setiap anak-Nya secara utuh tanpa harus mengurangi kasih-Nya pada anak-anak-Nya yang lain, karena Dia mengasihi setiap kita secara unik. Karena itu, setiap orang percaya yang memohon pertolongan Allah akan mendapatkan kasih yang utuh seolah-olah tidak ada orang lain yang membutuhkan perhatian-Nya.

Dalam kehidupan dan ajaran Yesus, kita mendapatkan cukup bukti tentang hal ini. Dalam Yohanes 10, Dia menyatakan diri sebagai "Gembala yang baik," yang memanggil, memelihara, dan mengenal domba-domba-Nya dengan nama mereka dan bahwa Dia dikenal oleh mereka (ayat 3,11,14). Yesus kemudian menggunakan hubungan antara gembala dan domba itu untuk menggambarkan hubungan yang dinikmati-Nya bersama Bapa-Nya (ayat 15). Betapa berartinya kita bagi Dia!

Seseorang pernah berkata sinis bahwa Tuhan kadang seolah-olah menganakemaskan seseorang. Namun seorang pengkhotbah juga pernah berkata: "Tentu saja Allah mempunyai anak emas! Kita semua adalah anak emas-Nya!" Sebagai anak-anak-Nya, kita dapat meyakini perhatian dan kasih-Nya -JEY

UNTUK MEMPERBARUI KASIH ANDA PADA KRISTUS
RENUNGKANLAH KASIH-NYA PADA ANDA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org