Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2000/11/12

Minggu, 12 November 2000

Bacaan   : Mazmur 109:21-31
Setahun : Yeremia 51-52, Ibrani 9
Nas       : Ia tidak menunjukkan kasih, tetapi mengejar orang sengsara dan miskin dan orang yang hancur hati sampai mereka mati (Mazmur 109:16)

MENGAPA MENEMBAK YANG TERLUKA?

Sebuah surat kabar Detroit melaporkan bahwa seorang pasien di sebuah rumah sakit setempat tertembak mati saat ia sedang berbaring menunggu proses penyembuhan dari luka tembak yang dialaminya. Si korban terdaftar sebagai pasien yang sudah berada dalam kondisi baik dan segera diizinkan pulang. Para pasien dan pekerja rumah sakit itu dibuat gempar. Seorang jurubicara mengatakan bahwa kejadian seperti ini belum pernah terjadi sejak 50 tahun berdirinya rumah sakit itu.

Bukankah akan menyenangkan jika kita dapat mengatakan hal yang sama tentang gereja kita? Bukankah akan menyenangkan jika kita dapat mengatakan bahwa selama 50 tahun kebersamaan kita dalam memuji Tuhan, bersekutu, dan melakukan pemulihan kerohanian, tak pernah ditemui adanya salah satu anggota yang terluka karena kejahatan rekannya yang Kristen?

Banyak di antara kita yang telah mengalami kepahitan seperti yang dikatakan Daud dalam Mazmur 109. Saat ia terluka dan rapuh, orang-orang yang tidak berbelas kasihan justru memanfaatkannya. Jika ia telah berbuat dosa, ia membutuhkan koreksi mereka yang penuh kasih, bukannya cemoohan, dijadikan bahan gunjungan, lalu tidak dipedulikan.

Siapakah yang akan menembak kakinya sendiri setelah terlebih dahulu melukai jarinya? Orang berakal sehat manapun tak mungkin melakukannya. Demikian pula orang-orang yang mengikuti Kristus tidak patut bertindak tanpa belas kasihan kepada saudara-saudaranya seiman. Sebaliknya, kita harus "menunjukkan kasih" (ayat 16) -MRDII

SESEORANG YANG TERLUKA MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN
BUKAN TUDUHAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org