Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1999/08/16

Senin, 16 Agustus 1999

Bacaan   : Yakobus 3:1-12
Setahun : Yeremia 37-39
Nas       : Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! (Mazmur 141:3)

MENJAGA LIDAH

Waktu itu Bernard Baruch adalah seorang pengusaha muda yang ambisius. Ia mengajak seorang konglomerat bernama J P. Morgan untuk bekerjasama dalam usaha pertambangan belerang di Texas. Para ahli geologi melaporkan bahwa proyek tersebut akan menguntungkan, meski dengan beberapa risiko. Morgan sangat tertarik, sampai tiba-tiba Baruch berkata, "Anda pasti pernah berjudi dengan taruhan yang lebih besar dari semua risiko ini."

Morgan menatapnya tajam, kemudian menjawab dengan nada dingin, "Saya tidak pernah berjudi." Kata berjudi itu telah menggagalkan perjanjian kerjasama tersebut. Morgan beranggapan bahwa menanam modal merupakan hal yang terhormat, sedangkan berjudi itu suatu dosa.

Jika satu kata, yang terucap spontan dapat menimbulkan kerugian miliaran rupiah, renungkanlah kerugian yang dapat ditimbulkan oleh kata-kata pedas. Kata-kata semacam itu dapat menghancurkan reputasi seseorang dan merusak hubungan yang paling dekat sekalipun.

Karena itu, tidaklah berlebihan bila Yakobus memperingatkan kita tentang kekuatan lidah. Ia mengatakan bahwa lebih mudah mengekang seekor kuda, mengendalikan sebuah kapal yang besar, dan menjinakkan segala jenis binatang seperti burung, binatang melata, dan binatang-binatang laut, daripada mengendalikan lidah (3:3-8). Ia menyebut lidah sebagai "api" yang dinyalakan oleh api neraka sendiri (ayat 6), dan "sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan" (ayat 8).

Alangkah bijaksana bila setiap hari kita berdoa, "Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku" (Mazmur 141:3) -- HWR


Lord, set a watch upon my lips,
My tongue control today;
Help me evaluate each thought
And guard each word I say. -- Hess

BERBICARA TANPA BERPIKIR BAGAIKAN MENEMBAK TANPA SASARAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org