Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1999/02/12

Jumat, 12 Februari 1999

Bacaan   : Lukas 4:1-13
Setahun : Imamat 11-13
Nas       : Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis (Matius 4:1)

PENCOBAAN YANG "TAK TERTAHANKAN"

Sebelum saya cukup dewasa untuk mendapatkan SIM, saya sering memikirkan bagaimana rasanya mengendarai mobil di jalan raya. Saya kuatir kalau-kalau nanti saya akan tergoda untuk melaju dengan kecepatan penuh. Saya tidak tahu apakah saya akan dapat mengontrol diri untuk mengemudi menurut batas kecepatan dan syarat-syarat mengemudi yang telah ditentukan atau tidak. Namun ketika saya sudah berumur 16 tahun, saya menyadari bahwa saya pasti dapat mengontrol pedal gas, dan bukan sebaliknya.

Pernahkah Anda mendengar seseorang membenarkan dosanya, dengan menyatakan bahwa pencobaan yang datang itu tak tertahankan sehingga ia tidak punya pilihan lain? Atau, pernahkah Anda bertanya-tanya bahwa apa yang Anda lakukan itu sebenarnya bukan dosa? Bahkan Anda juga beralasan, bukankah kesempatan yang unik ini datang pada saat yang tepat dan memberikan apa yang Anda butuhkan?

Kita dapat belajar dari pencobaan yang dialami oleh Yesus Kristus, yakni bahwa saat kita memiliki kesempatan untuk berbuat dosa, Allah akan selalu menyediakan jalan keluar bagi kita atau Dia akan memberi kita kekuatan untuk menanggungnya (Lukas 4:1-13; 1Korintus 10:13). Dengan mengandalkan Roh Kudus dan Firman Allah, seperti yang dilakukan oleh Yesus, kita pasti akan dapat bertahan terhadap pencobaan, dan bukan dihancurkan olehnya.

Bagi orang Kristen, tidak ada pencobaan yang tak tertahankan -- MRDII


Yield not to temptation, for yielding is sin;
Each vitory will help you some other to win,
Fight manfully onward, dark passions subdue;
Look ever to Jesus -- He'll carry you through. -- Palmer

SETIAP PENCOBAAN ADALAH SEBUAH KESEMPATAN
UNTUK MEMPERCAYAI ALLAH

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org