Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1999/01/25

Senin, 25 Januari 1999

Bacaan   : Daniel 1:8-21
Setahun : Ayub 32-34
Nas       : Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum (Daniel 1:12)

KEBERANIAN DAN KESOPANSANTUNAN

Saya selalu kagum akan ketegasan, keberanian, dan pendirian Daniel. Baru-baru ini saya tergugah melihat bagaimana ia berpegang pada prinsip, sementara ia hidup di tengah masyarakat penyembah berhala. Alkitab mengatakan pada kita bahwa Daniel "berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya" dengan makanan dan minuman yang dinyatakan terlarang oleh Allah bagi orang Yahudi, sehingga ia meminta agar para penawannya itu memberinya menu yang lain (Daniel 1:8). Daniel tidak menyilangkan tangan dan menolak untuk makan dengan tidak sopan, tetapi ia meminta izin untuk mendapatkan menu yang lain. Tatkala sang pegawai istana menolak, Daniel tidak berputus asa dan mengajukan permintaan itu dengan sopan kepada orang lain: "Adakanlah percobaan dengan hamba-hamba-mu ini selama sepuluh hari" (ayat 12).

Kita dapat belajar dari orang muda ini, yang berdiri dengan teguh bagi Allah dengan cara meminta izin dan tidak menuntut. Tak ada sedikit pun kecongkakan dalam perilakunya.

Kelemahlembutan dan sopan santun harus menjadi ciri kesaksian kita kepada dunia yang belum percaya. Kita tidak bermaksud mengkompromikan komitmen kita kepada Kristus, tetapi kita harus selalu siap sedia menjawab setiap orang yang bertanya tentang pengharapan yang kita miliki (1Petrus 3:15-16). Oleh karena itu, kesaksian kita bagi Kristus harus dihidupi dan diucapkan dengan berani, tetapi disertai dengan kelemahlembutan dan kesopanan.

Apabila Anda sedang dituntut untuk memegang pendirian Anda, teladanilah keberanian dan kesopansantunan Daniel -- DCM


Dare to be a Daniel,
Dare to stand alone!
Dare to have a purpose firm!
Dare to make it known! -- Bliss

SANGATLAH MUDAH UNTUK BERSAKSI BERSAMA BANYAK ORANG
TETAPI DIBUTUHKAN KEBERANIAN UNTUK BERSAKSI SEORANG DIRI

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org