Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1998/08/23

Minggu, 23 Agustus 1998

Bacaan   : 1Samuel 17:31-58
Setahun : Yeremia 17-20
Nas       : Aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam... yang kautantang itu (1Samuel 17:45)

TANTANGAN E-MAIL

Dua baris berita yang saya terima melalui e-mail dari Norwegia berbunyi: "Saya rasa Yesus Kristus itu tidak pernah ada dan saya percaya bahwa kita berasal dari kera! Kalian bodoh bila percaya kepada Yesus."

Saya yakin bahwa pencemooh tak bernama ini mewakili sejumlah orang yang tidak saja menolak Yesus, tetapi juga tertutup terhadap fakta yang mendukung rasa percaya kepada Allah dan penciptaan. Dan mereka tidak bersedia mempertimbangkan bukti yang ada.

Bagaimana kita dapat berbicara tentang Kristus kepada seseorang, yang bahkan enggan untuk mendengarkan kita? Dalam bukunya Foolishness to the Greeks (Kebodohan bagi orang-orang Yunani), Lesslie Newbigin mengemukakan bahwa kita membutuhkan keberanian untuk "memegang dan menyatakan suatu keyakinan yang tak dapat dibuktikan kebenarannya" oleh standar dunia.

Itulah yang dilakukan Daud ketika mengatakan bahwa dengan pertolongan Allah, ia mampu Goliat (1Samuel 17:45-47). Ia mempercayai apa yang tidak dapat dibuktikan pada saat itu. Mungkin, kata-katanya terdengar bodoh bagi orang-orang skeptis yang ada di sekitarnya, tetapi ia tahu bahwa Allah yang ia layani akan menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang benar dan hidup.

Dalam menanggapi orang-orang yang skeptis, kita dapat memperkokoh keyakinan kita dalam kebenaran Alkitab yang tidak mengenal kompromi. Dan kita dapat menggemakan kata-kata Daud: "Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku" (Mazmur 25:2) [DCE]


The skeptic questions, doubts, and scoffs,
Protesting truths we hold do dear;
But God's Word stands, its truth remains,
Proclaiming waht we need to hear. -- K.De Haan

BUKTI TENTANG ALLAH NYATA BAGI ORANG YANG MENCARI-NYA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org