Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1997/11/28

Jumat, 28 November 1997

Bacaan   : 2Korintus 4:1-6
Setahun : 2Korintus 4-6
Nas       : Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan (Yohanes 8:12)

LENTERA YANG DINYALAKAN KRISTUS

Pada masa hidup Benyamin Franklin, setelah matahari terbenam, jalan-jalan di Philadelphia sangat gelaplah. Para pejalan di malam hari harus berhati-hati agar tidak tersandung batu atau terjatuh ke dalam lubang.

Franklin pun memutuskan untuk memberi teladan kepada sesama warga dengan memasang sebuah lentera di depan rumahnya. Jika ada orang terjatuh di sekitar jalan tempat Franklin tinggal, mereka akan datang mencari pertolongan ke arah lentera itu dan menyadari betapa lentera itu sungguh-sungguh menjadi berkat bagi mereka. Tak lama kemudian penduduk Philadelphia pun mulai memasang lentera. Setelah matahari terbenam, seluruh desa menjadi tempat yang memancarkan cahaya yang menimbulkan rasa aman.

Dunia di sekitar kita pun gelap oleh ketidaktahuan rohani. Bagi sebagian besar orang, tidak jelasnya keberadaan diri membawa mereka ke dalam keputusasaan yang dalam.

Kita memang tidak dapat menyingkirkan kegelapan seorang diri, tetapi kita dapat melakukan sesuatu yang berarti. Kita dapat membuat hidup kita yang sudah diterangi Kristus berfungsi sebagai lentera. Juruselamat kita berkata, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga" (Matius 5:16).

Daripada meratapi kegelapan, lebih baik kita menunjukkan jalan bagi orang-orang di sekitar kita. Jika Kristus bersinar melalui kita, jiwa-jiwa yang terhilang dalam kegelapan rohani akan di tarik datang kepada sang Terang Dunia [VCG]


We've a Savior to show to the nations,
Who the path of sorrow has trod,
That all of the world's great peoples
Might come to the truth of God. -- Nichol

SINAR YANG PALING REDUP SEKALIPUN MASIH MEMANCARKAN CAHAYA
DI MALAM YANG PALING GELAP

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org