Bacaan : Keluaran 16:13-17
Penduduk kota Okinawa, Jepang, berjumlah sekitar satu juta jiwa. Dan
900.000 orang di antaranya berusia di atas 100 tahun. Tahun 2008
majalah BBC News mendaulat masyarakat Okinawa sebagai salah satu
komunitas penduduk dengan tingkat harapan hidup tertinggi di dunia.
Apa rahasianya? Konon, karena penduduk Okinawa sangat kuat menjaga
dan menjalankan tradisi hara hachi bu. Itu pepatah Jepang yang
artinya: makanlah hanya sampai 80% kenyang. Dengan kata lain, makan
secukupnya, jangan sampai kekenyangan.
Makan secara berlebihan tidak hanya tidak sehat secara jasmani,
tetapi juga secara rohani. Sebab itu menunjukkan ketidakmampuan
mengendalikan diri. Perintah Tuhan kepada umat Israel dalam peristiwa
turunnya manna adalah, "Ambillah secukupnya" (ayat 16). Sejajar
dengan ucapan Yesus: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus
menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku" (Matius
16:24). Secara sederhana menyangkal diri artinya: menahan diri atau
mengendalikan diri.
Manusia cenderung memilih hal yang "enak". Walau "secara akal", tahu
itu tidak sehat, tidak baik, tetapi karena "secara rasa"
menyenangkan, enak, nikmat, jadinya tetap dilakukan juga. Padahal
tidak jarang "yang enak" itu justru bisa menjerumuskan. Di sinilah
pentingnya penyangkalan diri. Salah satu batu uji paling sederhana
berkenaan dengan sikap menyangkal diri adalah: makan. Sebab biasanya
kalau sudah enak makan, orang jadi suka lupa diri; makan terus sampai
perut tidak lagi muat menampung makanan. Kita perlu belajar
mengendalikan diri, mulai dengan mengendalikan pola makan-AYA
MAKAN UNTUK HIDUP
BUKAN HIDUP UNTUK MAKAN
|