Bacaan : Yesaya 11:1-5
Dua orang pemuda melamar kerja. Yang pertama pandai, ulet, dan jujur,
tetapi tidak pandai bicara. Penampilannya pun kurang rapi. Pemuda
kedua seorang pemalas yang tidak jujur, tetapi bermulut manis dan
berpakaian necis. Ketika diwawancara, ternyata si pemuda kedua
diterima! Sebuah keputusan yang tidak adil, tetapi dapat dipahami.
Kita cenderung menilai seseorang berdasar kesan pertama. Tidak
objektif, sebab kita tidak tahu isi hatinya. Akibatnya, kita jadi
sulit bersikap adil.
Dalam dunia yang tidak adil, Nabi Yesaya menubuatkan akan datangnya
Mesias sebagai Hakim Adil. Nubuat ini menunjuk pada Kristus. Dia bisa
bersikap adil sebab memiliki Roh hikmat dan pengertian. Dia mengenal
isi hati seseorang; bisa melihatnya secara objektif, sehingga dapat
bersikap adil. Penghakiman-Nya bukan berdasarkan kesan pertama yang
menipu. Tidak juga dipengaruhi oleh apa kata orang (ayat 3). Mesias
akan membela mereka yang selama ini menjadi korban ketidakadilan dari
penguasa. Dia akan berpihak kepada mereka yang tidak diperlakukan
secara adil: lemah, tersisih, dan tidak dimengerti.
Apakah Anda merasa diperlakukan tidak adil? Apakah orang kerap salah
memahami Anda? Datanglah kepada Yesus yang mengenal Anda luar-dalam.
Dia tidak akan menghakimi Anda seperti orang lain. Tuhan kita Raja
Keadilan! Periksalah juga bagaimana cara Anda menilai sesama,
terutama bawahan Anda. Sudahkah Anda bersikap adil? Apakah penilaian
Anda sering dipengaruhi oleh apa kata orang atau kesan pertama Anda
tehadapnya? Mintalah hikmat agar Dia memampukan Anda bersikap adil
-JTI
SETIAP ORANG YANG MENGAKU DIRI ANAK TUHAN
HARUS MENJADI PEJUANG KEADILAN
|