Bacaan : Hakim 3:12-30
Niu Ing Han adalah seorang sarjana teknik lulusan ITB yang cemerlang.
Di tengah puncak kariernya, tiba-tiba ia menjadi buta. Namun, ia
tetap berkarya. Ia menjadi guru les matematika. Murid-muridnya
tersebar di penjuru Jakarta. Ia pernah diwawancari oleh Kompas dan
diundang untuk tampil di acara Kick Andy. Lewat keterbatasannya, Pak
Ing Han justru menjadi saksi hidup tentang penyertaan Tuhan. Banyak
orang berpikir bahwa untuk menjadi saksi Tuhan, seseorang harus
sempurna dulu. Namun, terkadang justru lewat kelemahan yang ada di
hidup kita, kuasa Tuhan justru tampak secara luar biasa.
Ehud, hakim kedua Israel, juga bukan orang yang tanpa cacat. Ia
adalah seorang yang kidal (ayat 15). Pada zaman itu, orang kidal
dianggap sebagai orang cacat. Namun, Ehud tidak membiarkan kelemahan
itu menghalanginya memenuhi panggilan Tuhan. Ia justru mengubah
kelemahannya menjadi kekuatannya. Dan Ehud membunuh Eglon, Raja Moab,
dengan tangan kirinya itu (ayat 21).
Adakah sesuatu yang menghalangi Anda untuk memenuhi panggilan Tuhan
dalam hidup Anda? Jangan biarkan halangan fisik maupun materi yang
ada, menghalangi kita untuk memenuhi panggilan-Nya. Setiap kita pasti
memiliki kekurangan pribadi, tetapi setiap kita juga pasti memiliki
kelebihan. Apabila kita berfokus pada kekurangan-kekurangan yang kita
miliki, maka kita tidak akan pernah menggenapi panggilan yang Tuhan
berikan. Sebaliknya, jika kita berfokus kepada Tuhan Yang Mahakuasa,
Tuhan pasti sanggup bekerja melalui kita, bahkan melebihi apa yang
dapat kita bayangkan --GS
BERPUSAT PADA KEKURANGAN, KITA AKAN TERJATUH
BERPUSAT PADA TUHAN, KITA AKAN MAJU TERUS
|