Bacaan : Yohanes 12:1-8
Novel Magdalene karya Angela Hunt memuat cerita unik yang didasarkan
pada Yohanes 12:1-8. Kisahnya kurang lebih sama. Seminggu sebelum
Yesus disalibkan, Maria, saudara Lazarus dari Betania, mengurapi
Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya. Ia meminyaki
kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya. Aroma harum minyak itu
memenuhi penjuru rumah. Namun, Yudas mencela tindakan itu sebagai
sebuah pemborosan. Seharusnya Maria menjual minyak itu dan
mendermakan uangnya kepada orang-orang miskin. Akan tetapi, Yesus
menyambut pengurapan Maria itu sebagai persiapan bagi penguburan-Nya.
Menurut penuturan Hunt, Maria mengurapi Yesus bukan dengan maksud
berterima kasih atas apa yang sudah Dia lakukan, yaitu membangkitkan
Lazarus dari antara orang mati, melainkan untuk apa yang akan Yesus
kerjakan, yaitu mati di kayu salib-menebus dosa umat manusia.
Selama ini, setiap berdoa malam bersama anak-anak, kami selalu
mengucap syukur atas berkat dan kebaikan yang sudah Tuhan curahkan
sepanjang hari-hal-hal yang telah kami lakukan. Atau, kami meminta
perlindungan dan penyertaan Tuhan atas apa yang hendak kami lakukan.
Namun, yang jarang terlintas dalam pikiran saya adalah bersyukur atas
apa yang akan Tuhan kerjakan.
Masa pergantian tahun dapat menjadi saat yang tepat untuk meneladani
sikap Maria. Kita bukan hanya bersyukur atas tahun yang sudah
berlalu, tetapi juga bersyukur atas tahun yang akan datang. Bersyukur
menandakan kepercayaan-bahwa segala sesuatu yang diizinkan-Nya
terjadi nanti, semuanya itu demi kebaikan kita -ARS
UNTUK SEMUA YANG TELAH BERLALU, "TERIMA KASIH"
UNTUK SEMUA YANG AKAN DATANG, "YA" -DAG HAMMARSKJOLD
|