Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > KESETIAAN ITU INDAH
< Desember
2008
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Minggu, 28 Desember 2008

Bacaan Setahun : Wahyu 9-11
Nats : Keduanya hidup benar di hadapan Allah dan menuruti segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat (Lukas 1:6)

KESETIAAN ITU INDAH

Bacaan : Lukas 1:5-25

Hingga usia lanjut, Zakharia dan Elisabet belum dikaruniai anak. Padahal, mereka adalah pasangan yang hidup benar di hadapan Allah. Namun, mereka tak lantas menjadi kecil hati. Sebaliknya, mereka terus hidup seturut perintah-Nya dan berlaku benar di hadapan-Nya. Pada akhirnya, kesetiaan mereka terbalas ketika kepada mereka dipercayakan seorang anak, yaitu Yohanes Pembaptis-tokoh pembuka jalan bagi Yesus.

Allah kita adalah Allah yang setia. Dia pun ingin agar kita menjadi anak-anak-Nya yang setia. Karena itu, Dia kerap menggembleng kita lewat jalan yang panjang dan tak mudah; seperti bangsa Israel yang harus mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun sebelum masuk ke tanah Kanaan. Seperti Yosua yang dipersiapkan sejak masa muda sebelum menggantikan Musa. Seperti Ayub yang mesti mengalami pencobaan begitu berat sebelum akhirnya dipulihkan. Dan sebagainya.

Kesetiaan kita kerap diuji; baik dalam perkara yang sukar maupun dalam perkara yang sederhana. Dan, tantangan terbesar kerap datang dari diri kita sendiri, ketika kita bertanya: benarkah Tuhan mau menolong? Sama seperti Zakharia yang mempertanyakan janji Tuhan, sehingga ia menjadi bisu hingga waktu anaknya lahir. Di sini kita belajar bagaimana kita mesti berserah penuh akan janji dan pemeliharaan-Nya yang tak terbatas. Jangan sampai kesetiaan kita luntur. Memang benar bahwa tak semua yang kita mau akan terwujud, tetapi jika kita setia, percayalah bahwa sesuatu yang lebih baik pasti akan datang. Tuhan mengasihi anak-anak-Nya yang setia -DYA

KESETIAAN DIMILIKI SAAT KEPERCAYAAN DIPEGANG

BAHWA ALLAH YANG DIYAKINI SELALU DAPAT DIANDALKAN
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran