Bacaan : Galatia 4:4-9
Setelah 37 tahun bekerja di meja operasi, dokter Evan Kane sadar
bahwa bius total berisiko tinggi. Menurutnya, pada operasi tertentu
pasien cukup dibius lokal. Namun, praktik ini belum dikenal pada
tahun 1921. Untuk membuktikan teorinya, dokter Kane mencari orang
yang mau menjadi pasien percobaan, tetapi ia kesulitan. Tak seorang
pun ingin tetap sadar ketika operasi tengah berlangsung dan merasakan
sakit luar biasa. Akhirnya, dokter Kane berinisiatif-ia mengajukan
diri untuk dioperasi, yaitu operasi usus buntu. Inilah operasi usus
buntu pertama dengan bius lokal. Hasilnya sukses. Terobosan besar ini
membuat operasi dengan bius lokal mulai dipakai di seluruh dunia dan
meringankan derita pasien.
Untuk menyelesaikan sebuah masalah, kerap diperlukan sosok yang
berani mengambil inisiatif. Dan, Allah yang kita sembah itu penuh
inisiatif! Melihat manusia tak berdaya di bawah kuasa dosa, Dia tidak
tinggal diam. Dia tak membiarkan manusia terus menjadi hamba
ilah-ilah, yang akhirnya akan membuat manusia binasa. Karena tak
seorang pun dapat menjadi penebus dosa, Allah berinisiatif mengutus
Anak-Nya sendiri untuk lahir sebagai manusia dan menebus kita (ayat
4). Bahkan, Roh Anak-Nya pun diutus untuk tinggal dalam hati kita
(ayat 6). Solusi total itu membuat manusia kini bisa bebas dari kuasa
dosa dan mengabdi pada Allah.
Natal adalah saat untuk kita mensyukuri inisiatif Allah.
Kehadiran-Nya di dunia telah membebaskan kita dari kebinasaan melalui
karya penebusan Kristus. Karena itu, kita yang telah menerima
anugerah tersebut mesti mengambil inisiatif untuk mengabdi hanya
kepada Allah -JTI
SEBUAH INISIATIF MUNCUL BUKAN KARENA PAKSAAN
MELAINKAN KARENA KASIH DAN KEPEDULIAN
|