Bacaan : Lukas 1:26-38,
Meski dewasa ini seks bebas sudah semakin dianggap lumrah, sebagian
besar orang tetap melihatnya sebagai aib yang memalukan. Pasangan
yang hamil di luar nikah tetap harus menanggung tekanan besar dari
lingkungannya. Lalu, bagaimana Maria dan Yusuf harus menghadapi hal
semacam ini 2.000 tahun yang lalu?
Ya, Maria diberi tugas berat untuk mengandung Sang Mesias. Berat
bukan saja karena pribadi Si Anak yang akan ia kandung, melainkan
juga karena ia mengandung sebelum resmi menikah. Bisa kita bayangkan
seperti apa tekanan dari masyarakat zaman itu kepada mereka. Mereka
dapat dituduh telah berzinah. Dan itu membawa risiko besar. Selain
itu, apakah Yusuf akan percaya begitu saja? Namun, Maria memutuskan
untuk menerima tugasnya itu dalam iman. Maria taat. Allah pun
menguatkan Maria dengan meyakinkan Yusuf untuk setia mendampingi
Maria.
Mengikut Tuhan memang kerap kali tidak mudah. Perintah-Nya terkadang
sulit diterima dengan akal. Namun, setidaknya ada dua hal yang bisa
kita pegang supaya kita tetap taat. Pertama, merupakan sebuah
anugerah jika kita dipakai Allah menjadi sarana penggenapan
rencana-Nya. Sama seperti Maria dipakai untuk menggenapi nubuatan
tentang Mesias (Matius 1:23), betapa bersyukurnya kita kalau boleh
dipakai Allah untuk menggenapi rencana-Nya. Kedua, iman bahwa Allah
akan memampukan kita menjalani rencana-Nya. Sama seperti Allah
memberikan Yusuf untuk mendampingi Maria (Matius 1:20-21), Allah
pasti akan memberikan segala hal yang kita perlukan untuk mampu terus
berjalan -ALS
KARENA KETAATANNYA, MARIA DIPAKAI ALLAH
MAUKAH KITA DIPAKAI-NYA SEDEMIKIAN JUGA?
|