Bacaan : Roma 15:1-6
Ketika saya tengah menempuh studi di China, seorang sahabat
menceritakan sebuah pengalaman malam Natal di suatu gereja rumah.
Sebelum Natal, pendeta di gereja itu mengingatkan jemaat untuk
mengundang sebanyak mungkin keluarga dan teman yang belum percaya,
agar hadir dalam kebaktian malam Natal. Saat Natal tiba, rumah tempat
mereka mengadakan ibadah dibanjiri banyak orang. Sebagian besar dari
mereka baru pertama kali beribadah di gereja. Karena banyak sekali
yang datang, bangku yang tersedia tidak mencukupi. Tanpa perlu
dikomando, beberapa jemaat yang melihat hal itu segera memberikan
bangku mereka. Lalu mereka masuk ke kamar dan berdoa supaya orang
yang duduk di bangku mereka mendengar Injil dan menerima Yesus
sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Mendengar kisah itu, saya ingat kata Paulus dalam surat Filipi. Bahwa
Kristus, sekalipun setara dengan Allah, rela mengosongkan diri-Nya
(Filipi 2:7) ketika datang ke dunia ini. Dia merelakan hak yang
sesungguhnya patut Dia nikmati. Dia tidak hendak dilayani, tetapi
hendak melayani dan memberikan nyawa-Nya.
Bagaimana dengan kita? Kerap kali Natal kita buat semegah dan
semeriah mungkin demi kepuasan diri. Mungkin kita menyisihkan uang
untuk kegiatan sosial, tetapi terkadang itu hanya embel-embel dan
bukan inti acara Natal. Ini saatnya kita kembali ke berita Natal,
yaitu meneladani Allah yang memberi. Merelakan hak-hak kita, agar
orang lain dimudahkan untuk mengenal Tuhan. Kita dapat segera
memulainya, bahkan dari hal kecil seperti berbagi bangku -GS
ANTARKAN SESAMA UNTUK MENGENAL ALLAH
LEWAT SEGALA CARA YANG DAPAT KITA UPAYAKAN
|