Bacaan : Lukas 1:39-45
Kesedihan dan kegembiraan itu menular. Apabila Anda sedih, orang di
sekitar Anda dapat merasakannya. Bahkan mereka bisa ikut sedih.
Sebaliknya, jika Anda bergembira, suasana hati Anda akan memendar
hangat, sehingga terasa oleh orang lain. Bahkan bisa menghangatkan
hati mereka juga. Jadi bukan hanya penyakit, pengalaman rasa dalam
diri manusia dapat menular. Lalu, bagaimana dengan pengalaman batin?
Bisakah itu menular? Tentu saja! Bila batin seseorang damai, maka
kedamaian itu akan memancar lembut di mata, wajah, dan seluruh
tubuhnya. Siapa pun yang berhubungan dengannya, sedikit banyak akan
"tersetrum" damainya.
Suatu ketika, Maria mengunjungi Elisabet untuk meneguhkan hatinya
sehubungan dengan pernyataan malaikat Gabriel (ayat 36). Saat mereka
berjumpa, Elisabet merasakan "setrum"-anak dalam rahimnya melonjak
dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus (ayat 41). Bahkan ia dapat
berkata, "Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi
aku?" (ayat 43). Padahal Kitab Suci tidak mengatakan bahwa malaikat
juga menyampaikan pesan itu kepada Elisabet!
Perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi juga bisa terasa seperti
"setrum" yang menyenangkan. Dan itu bisa Anda bagikan kepada dunia.
Namun, tak usah merasa gagal bila tak ada orang yang menyatakannya,
sebab hal ini memang tak menuntut pengakuan. Rasakan, hayati, dan
nikmati setrum perjumpaan dengan Tuhan sebagai penguatan bagi diri
Anda. Dan orang-orang yang murni hatinya, seperti Maria dan Elisabet,
dengan sendirinya akan "saling setrum". Semoga kita juga -DKL
ALLAH MENYALURKAN KEHANGATAN KASIH-NYA
AGAR KITA MENERUSKANNYA KEPADA DUNIA
|