Bacaan : 2Korintus 1:3-11
Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang memiliki ilmu kebal; yang
tak mempan ditembus senjata tajam, bahkan peluru? Mungkin pernah.
Namun, adakah orang yang kebal terhadap penderitaan? Selama punya
rasa dan hati, orang tidak dapat kebal dari kesesakan hidup. Akan
tetapi, penderitaan yang berat belum tentu "menggilas" manusia. Mari
cermati pesan Paulus tentang hal ini.
Mengawali suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus berkata bahwa
Allah telah menghiburnya dalam penderitaan. Ya, ia memang sedang
harus menanggung kesengsaraan Kristus ketika surat ini ditulis (ayat
5). Namun, saat ia mengalami penderitaan berat, ada juga penghiburan
yang besar. Bahkan penderitaan itu pada gilirannya justru menjadi
penghiburan. Inilah pesannya; di tengah impitan beban hidup, kita
mesti membuka hati untuk merasakan penguatan Allah. Dan ada satu
kenyataan ilahi yang memampukan kita untuk menghadapi segala beban
hidup, yakni bahwa Allah kita sungguh berkuasa, bahkan dapat
membangkitkan orang mati (ayat 9). Hal ini terbukti melalui peristiwa
kebangkitan Kristus. Dan itulah pengharapan Paulus.
Jika kita menghadapi beban hidup bersama-sama dengan Allah, maka
sebuah "luka" pun dapat berubah menjadi "obat". Bagaimana tidak?
Penderitaan yang kita alami akan membuat kita memiliki pengalaman
iman dengan Tuhan. Melalui hal itu, kita pun dikuatkan untuk tetap
tegar di tengah badai. Dan pada gilirannya, orang yang kuat akan
dapat meneguhkan orang lain. Bukan dengan penghiburan yang klise,
tetapi penghiburan yang berdasarkan pengalaman nyata -DKL
PENDERITAAN BERAT YANG DIOLAH DENGAN TEPAT
DAPAT MENJADI OBAT ROHANI YANG MANTAP
|