Bacaan : Yakobus 1:1-8
Pada tahun 1850-an, Levi Strauss mengadu nasib ke Kalifornia untuk
menambang emas. Hasilnya tak seberapa banyak, tetapi ia tidak putus
asa. Ia lantas mencari usaha sampingan dengan membuat bahan kain
keras (jeans) untuk tenda atau penutup mobil. Teman kerjanya
berkomentar: "Mengapa kamu tidak membuat celana dari bahan ini?"
orang itu menjelaskan bahwa para penambang perlu celana dari bahan
kain yang kuat. Strauss setuju. Ia pun membuat celana bagi para
penambang emas. Hal ini menjadi langkah awal ia mendapatkan "emas".
Celana berbahan jeans itu disukai banyak orang, bahkan menjadi
populer sampai ke seluruh dunia.
Dalam hidup ini, kita tidak dapat menghindari kegagalan, kesusahan,
pencobaan, atau ujian. Namun, kita dapat menyikapinya secara berbeda.
Jika disikapi dengan keputusasaan, masa sulit akan melumpuhkan
semangat hidup. Membuat kita menjadi pecundang. Sebaliknya, jika
disikapi dengan ketekunan, masa sulit bisa dianggap sebagai "suatu
kebahagiaan" (ayat 2). Mengapa? Karena melaluinya kita ditempa
menjadi lebih dewasa dan berpengalaman. Apakah ketekunan itu? Sikap
pantang menyerah dan terus berusaha melakukan yang terbaik di saat
terburuk. Ketekunan membentuk orang menjadi tahan banting; pandai
melihat peluang di tengah penghalang. Dan, buahnya adalah
keberhasilan.
Apakah Anda tengah melalui masa sulit? Kegagalan bisnis, keretakan
hubungan, sakit-penyakit, sampai ujian iman. Apakah pencobaan dan
kegagalan membuat Anda patah semangat atau pesimis? Ayo bangkit lagi!
Mintalah hikmat kepada Tuhan agar bisa tetap bertahan -JTI
KEPUTUSASAAN MELUMPUHKAN
KETEKUNAN MEMAMPUKAN
|