Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > PERGI
< Desember
2008
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Sabtu, 13 Desember 2008

Bacaan Setahun : 1Timotius 4-62, Timotius 1-4
Nats : Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran (Kejadian 12:4)

PERGI

Bacaan : Kejadian 12:1-7

Karen, anak kami yang kecil, umur enam tahun, rambutnya panjang sampai sepunggung. Belakangan ujung-ujung rambutnya rusak; sering kusut dan susah kalau disisir. Saya dan istri memintanya potong rambut. Ia tidak mau. Katanya, ia sudah enak dengan rambut panjang begitu. Kami bujuk pun, ia tetap ngotot tidak mau. Sampai akhirnya dengan sedikit "iming-iming" dan "paksaan" ia mau juga potong rambut hingga panjangnya jadi seleher. Kini rambutnya tidak sering kusut lagi. Lebih sehat dan lebih mudah disisir pula. Ia pun senang dengan rambut pendeknya yang sekarang ini.

Salah satu kecenderungan yang dimiliki banyak orang adalah merasa nyaman dengan "status lama". Ketika harus menghadapi situasi yang baru, mereka lebih mudah untuk berpikir negatif. Nanti bagaimana kalau begini, nanti bagaimana kalau begitu. Jadinya tidak maju-maju. Akan tetapi, tidak demikian dengan Abraham. Ia dan keluarganya sudah menetap di Haran. Lalu tiba-tiba datang firman Tuhan supaya ia pergi (ayat 1). Secara manusiawi Abraham tentunya bergumul. Namun ia tidak membiarkan dirinya terjebak dalam pikiran negatif. Ia pun pergi seperti yang Tuhan firmankan (ayat 4).

Ada saatnya kita menghadapi situasi serupa, yakni meninggalkan kehidupan yang sudah lama kita jalani untuk menempuh sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu bisa berupa tempat, bisa juga peran atau tanggung jawab. Jika demikian situasi yang kita hadapi, jangan gentar melangkah. Jalani dengan iman. Tuhan tidak mungkin membawa kita pergi untuk kemudian meninggalkan kita. Dia pasti akan memperlengkapi dan menyertai kita -AYA

JANGAN TAKUT UNTUK MENJALANI SESUATU YANG BARU

HANYA DENGAN BEGITU KITA BISA MAJU
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran