Bacaan : Matius 6:25-34
Mungkin kita masih ingat sebuah lagu Sekolah Minggu yang syairnya
berkata, "Apa yang dicari orang? Uang! Apa yang dicari orang siang
malam pagi petang? Uang, uang, uang, bukan Tuhan Yesus". Ya, uang.
Sudah sekian lama uang menjadi tujuan utama yang dicari manusia
semasa hidup di dunia ini. Orang bekerja keras dan memeras keringat
hanya untuk uang. Sampai muncul istilah "dengan uang semua bisa
diselesaikan".
Manusia rela melakukan apa saja demi uang. Mulai dari yang bekerja
lembur siang malam, menggaruk-garuk tempat sampah, menjual baju
bekas, atau apa saja, bahkan sampai menjual anak hanya demi uang.
Rasanya uang sudah menjadi segala-galanya bagi manusia. Uang bisa
mengalahkan keluarga, bahkan Tuhan dalam hidup manusia. Memang benar,
uang sudah menjadi tujuan hidup manusia.
Ketika Tuhan berbicara supaya kita jangan kuatir akan kebutuhan hidup
termasuk uang, bukan berarti Dia menyuruh kita untuk tidak bekerja.
Tuhan tidak menyuruh kita hanya ongkang-ongkang kaki dan menanti
berkat Tuhan turun dari langit. Sebab Tuhan sendiri menentang
kemalasan (Amsal 6:6). Namun, di sini kita diingatkan bahwa yang
seharusnya menjadi tujuan utama hidup manusia bukan uang, melainkan
Tuhan. Mengapa? Karena Tuhanlah sumber dari segala sesuatu, termasuk
apa yang kita butuhkan.
Manakala manusia kehilangan tujuan utama dalam hidup, maka manusia
akan kehilangan arah. Dan ketika manusia kehilangan arah, maka
kekuatiran hiduplah yang akan timbul. Oleh sebab itu, penting bagi
kita untuk kembali ke tujuan utama hidup yang sudah Allah tetapkan
-RY
TUJUAN YANG SALAH AKAN MEMBUAT KITA
KEHILANGAN BANYAK HAL YANG BERARTI DI DALAM HIDUP
|