Bacaan : Lukas 17:11-19
Terima kasih adalah kata-kata yang sederhana, tetapi betapa kerap
orang sulit mengucapkannya. Mari kita hitung, selama seminggu ini
berapa banyak kita menerima kebaikan orang lain? Tidak hanya untuk
hal-hal besar, tetapi juga untuk hal-hal sederhana. Misalnya, istri
yang menyeduhkan kopi, suami yang pulang dari kantor membawakan
makanan kesukaan, anak yang telah menolong mengambilkan sesuatu. Atau
juga orang-orang yang dengan pekerjaannya telah membantu kita; tukang
sampah yang setiap hari mengangkut sampah dari rumah kita, sopir
taksi yang mengantarkan kita ke tempat tujuan.
Bandingkan dengan berapa kali dalam minggu yang sama kita mengucapkan
"terima kasih". Jangan-jangan cuma "sembilan berbanding satu".
Artinya, dari sepuluh kali kita menerima kebaikan orang lain, hanya
satu kali kita menyatakan rasa terima kasih. Seperti yang ditunjukkan
dalam bacaan kita; dari sepuluh orang kusta yang Tuhan Yesus
sembuhkan, hanya satu yang kembali untuk berterima kasih. Secara
jelas Lukas menyebut orang yang tahu berterima kasih itu adalah orang
Samaria (ayat 16).
Waktu itu orang Samaria dipandang masyarakat sebagai kalangan rendah,
kaum sepele, kelompok yang tidak berbudaya, bukan bangsa pilihan.
Dengan sengaja menyebut orang Samaria yang kembali untuk menyatakan
rasa terima kasihnya kepada Tuhan Yesus, Lukas seolah-olah hendak
mengatakan bahwa justru orang yang dianggap rendah oleh kebanyakan
orang itulah yang tahu berterima kasih. Semoga kita termasuk orang
yang tahu berterima kasih -AYA
TAHU BERTERIMA KASIH
ITU BAGIAN DARI KARAKTER ORANG BERIMAN
|