Bacaan : 1Raja 12:1-15
Atta adalah seorang arsitek dari Mesir yang sangat cerdas. Karena
kecerdasannya ini, ia dapat melanjutkan pendidikan di Jerman dan
kemudian bekerja di sana. Namun dalam perkembangannya, ia bergabung
ke dalam suatu kelompok kepercayaan garis keras. Di situ ia berubah
dari seorang arsitek yang penuh potensi menjadi orang yang ekstrem
dan bahkan kemudian menjadi salah seorang dalang dari tragedi 11
September 2001 di Amerika Serikat.
Sebagai makhluk sosial, lingkungan di mana kita berada pasti akan
memengaruhi kita. Seperti yang terjadi pada Atta, dan juga pada
Rehabeam.
Saat itu, Rehabeam harus menanggapi rakyatnya yang meminta keringanan
atas pekerjaan yang diberikan oleh pendahulunya (ayat 4). Sebenarnya,
Rehabeam bisa mendapat nasihat bijak dari para tua-tua yang dulu
mendampingi ayahnya, Salomo (ayat 6,7), yakni untuk memberi tanggapan
baik supaya rakyat itu menjadi hamba-hambanya yang setia. Namun
sayang, Rehabeam dikelilingi oleh teman-teman yang tidak bijaksana,
dan ia terpengaruh untuk mengikuti nasihat mereka yang buruk. Karena
itulah Rehabeam tercatat sebagai orang yang mengakibatkan kerajaan
Israel terpecah.
Siapa saja teman-teman terdekat kita dan sejauh mana mereka
memengaruhi kita? Apakah mereka membawa kita lebih dekat dengan
Tuhan? Jika ya, mari kita terus menjaga persekutuan dengan mereka
agar kita semakin bertumbuh. Namun jika sebaliknya, malah memberi
pengaruh buruk atas kita, jangan sungkan keluar dan mencari
lingkungan pergaulan yang sehat yang bisa mendorong kita untuk hidup
sesuai identitas kita sebagai umat-Nya -ALS
PERILAKU DAN CARA PANDANG KITA SANGAT DIPENGARUHI
OLEH PERILAKU DAN CARA PANDANG ORANG-ORANG TERDEKAT KITA
|