Bacaan : Bilangan 13:25-33; 14:1-10
Dunia kita adalah dunia berita. Kabar bertebaran setiap hari. Lewat
koran, tayangan televisi, situs internet, papan iklan, majalah,
tabloid, dan penyampaian dari mulut ke mulut. Melalui kata, suara,
gerak, gambar dan warna. Sayang, sedikit saja yang netral. Lebih
banyak berita yang tersebar mengusung kepentingan-kepentingan dagang
atau politik. Dan, masyarakat adalah sasarannya.
Menjelang masuk ke Kanaan, umat Israel terpengaruh oleh kabar yang
dibawa oleh para pengintai utusan Musa. Sebagian besar pengintai
membawa kabar miring, sehingga umat menjadi takut. Berita yang mereka
sampaikan bernada negatif dan umat menjadi korbannya. Ibarat makanan,
mereka membawa "makanan busuk" yang bikin "diare". Umat Israel jadi
resah, takut, panik, lalu memberontak. Syukurlah, di antara para
pengintai itu ada Yosua dan Kaleb. Mereka tampil menyampaikan berita
yang membesarkan hati. Menghantar "makanan sehat" dengan "gizi" iman
yang tinggi. Mengajak umat untuk berpaling kepada Tuhan dan bersandar
penuh kepada-Nya.
Penelitian di negeri kita membuktikan bahwa berita yang paling banyak
dikonsumsi masyarakat saat ini adalah infotainment yang gencar
"menjual" gosip kehidupan para selebriti. Kedua, sinetron yang berbau
dunia gaib. Itukah "makanan" kita sehari-hari? Sebagai anak Tuhan,
mari perhatikan "makanan berita" yang kita santap. Saringlah berita
yang kita dengar dan baca. Cermatilah tayangan yang kita tonton.
Jangan menyantap "makanan basi" berupa kabar busuk yang merusak iman
dan moral. Utamakan untuk menyantap "kabar baik" (Injil) sebagai
"nutrisi bergizi" bagi jiwa kita -PAD
KESEHATAN IMAN KITA TERGANTUNG PADA
"MAKANAN" YANG KITA BERIKAN KEPADA JIWA KITA
|