Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > MAKANAN BUSUK
< November
2008
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Rabu, 19 November 2008

Bacaan Setahun : ROMA 1-3
Nats : Mata yang bersinar-sinar menyukakan hati, dan kabar yang baik menyegarkan tulang (Amsal 15:30)

MAKANAN BUSUK

Bacaan : Bilangan 13:25-33; 14:1-10

Dunia kita adalah dunia berita. Kabar bertebaran setiap hari. Lewat koran, tayangan televisi, situs internet, papan iklan, majalah, tabloid, dan penyampaian dari mulut ke mulut. Melalui kata, suara, gerak, gambar dan warna. Sayang, sedikit saja yang netral. Lebih banyak berita yang tersebar mengusung kepentingan-kepentingan dagang atau politik. Dan, masyarakat adalah sasarannya.

Menjelang masuk ke Kanaan, umat Israel terpengaruh oleh kabar yang dibawa oleh para pengintai utusan Musa. Sebagian besar pengintai membawa kabar miring, sehingga umat menjadi takut. Berita yang mereka sampaikan bernada negatif dan umat menjadi korbannya. Ibarat makanan, mereka membawa "makanan busuk" yang bikin "diare". Umat Israel jadi resah, takut, panik, lalu memberontak. Syukurlah, di antara para pengintai itu ada Yosua dan Kaleb. Mereka tampil menyampaikan berita yang membesarkan hati. Menghantar "makanan sehat" dengan "gizi" iman yang tinggi. Mengajak umat untuk berpaling kepada Tuhan dan bersandar penuh kepada-Nya.

Penelitian di negeri kita membuktikan bahwa berita yang paling banyak dikonsumsi masyarakat saat ini adalah infotainment yang gencar "menjual" gosip kehidupan para selebriti. Kedua, sinetron yang berbau dunia gaib. Itukah "makanan" kita sehari-hari? Sebagai anak Tuhan, mari perhatikan "makanan berita" yang kita santap. Saringlah berita yang kita dengar dan baca. Cermatilah tayangan yang kita tonton. Jangan menyantap "makanan basi" berupa kabar busuk yang merusak iman dan moral. Utamakan untuk menyantap "kabar baik" (Injil) sebagai "nutrisi bergizi" bagi jiwa kita -PAD

KESEHATAN IMAN KITA TERGANTUNG PADA

"MAKANAN" YANG KITA BERIKAN KEPADA JIWA KITA
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran