Bacaan : Keluaran 3:1-6
Henri Dunant adalah bankir kaya. Suatu hari, pemerintah Swiss
mengutusnya menemui Napoleon di Paris untuk urusan bisnis. Namun,
Napoleon sedang berperang di Italia. Jadi, Dunant menyusulnya ke
medan perang. Di situ ia terhenyak melihat kekejaman perang. Mayat
manusia berserakan di ladang. Gereja penuh orang yang luka berat.
Berminggu-minggu Dunant ikut membantu dokter merawat mereka.
Sepulangnya ke Swiss, ia depresi. Bayangan kekejaman perang terus
menghantui. Ia yakin Tuhan ingin dirinya berbuat sesuatu. Lalu Dunant
mendirikan Palang Merah Internasional, yang sampai kini telah
menolong jutaan orang di medan perang.
Perjalanan Dunant ke Italia sepertinya salah jalan. Menyimpang dari
rencana semula. Namun, justru di situ Tuhan menyatakan kehendak-Nya.
Sama seperti pengalaman Musa. Tiap hari ia mengikuti rute yang sama
ketika menggembalakan domba-domba. Namun suatu hari, ketika melihat
semak duri yang menyala, ia memutuskan untuk berhenti sejenak. Keluar
dari jalur rutin. "Menyimpang ke sana untuk memeriksanya." Di situlah
ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang mengubah arah hidupnya.
Saat itulah Tuhan menyatakan kehendak-Nya.
Orang bilang, hidup harus terencana. Jadi, kita pun membuat rencana
tahunan, bulanan, sampai jadwal harian, dan berusaha menurutinya. Tak
ada yang salah dengan itu. Namun, jika situasi membuat kita harus
menyimpang dari rencana semula, jangan panik atau marah. Bisa jadi
saat itu Tuhan ingin menyatakan kehendak dan rencana-Nya yang berbeda
dengan rencana kita. Belajarlah untuk peka! -JTI
BAGI ORANG BERIMAN TAK ADA ISTILAH "SALAH JALAN"
SEBAB KE MANA PUN IA PERGI, TUHAN ADA DI DEPAN
|