Bacaan : Yeremia 42:1-22, 43:1-7
Banyak dari kita yang sering meminta pendapat dari orang lain ketika
sedang bingung. Namun, harus diakui, terkadang sebelum mendengar
pendapat mereka pun, kita sudah punya rencana sendiri. Dengan
demikian, yang terjadi adalah kita sekadar mencari persetujuan atas
rencana kita.
Dalam beberapa kasus, sikap ini mungkin dapat dipahami mengingat
semua pendapat tersebut adalah pendapat manusia yang bisa salah.
Namun, kalau sikap ini kita bawa juga ketika meminta pendapat dari
Tuhan, seperti yang kita temukan dalam bacaan Alkitab hari ini, tentu
menjadi salah.
Saat itu Yohanan, Azarya, dan sisa rakyat Kerajaan Yehuda berencana
pergi ke Mesir untuk lari dari tentara Babel (41:17). Akan tetapi,
sebelum berangkat, mereka meminta petunjuk Tuhan tentang rencana ini.
Ternyata Tuhan berpendapat lain dan menyuruh mereka untuk tidak
pergi. Sulit bagi mereka untuk menerima petunjuk Tuhan, yakni agar
mereka tetap di Yehuda, sehingga mereka tidak mau mendengarkan suara
Tuhan dan tetap pergi ke Mesir.
Kita boleh datang kepada Tuhan dengan rencana kita dan meminta
pendapat-Nya. Namun, kita harus siap kalau Tuhan menyatakan bahwa
rencana tersebut harus diubah sesuai kehendak-Nya. Hal ini kerap kali
memang tidak mudah, sebab rencana-Nya kadang tampak berat. Kadang
kita bisa lihat bahwa akan ada pengorbanan yang akan kita tanggung.
Mungkin itu berbentuk tak tergapainya ambisi pribadi, cibiran dari
orang lain, dan sebagainya. Akan tetapi, kalau kita mau yang terbaik,
tidak bisa tidak, rencana-Nya itulah yang harus kita ikuti -ALS
BILA KITA MEMINTA PETUNJUK DARI TUHAN
BERSIAPLAH UNTUK MENAATINYA
|