Bacaan : Galatia 1:6-10
Dalam acara orientasi di sebuah universitas, para peserta terpaksa
menahan haus karena dilarang minum selama kegiatan berlangsung.
Namun, panitia telah menyediakan seember air di sana. Karena itu,
begitu acara selesai, para peserta segera menyerbu ember tersebut dan
meminumnya tanpa memeriksa apakah air itu layak untuk diminum.
Akibatnya, para senior memarahi mereka karena tidak berhati-hati.
Ternyata, ini adalah cara panitia untuk mengajarkan tentang sikap
berhati-hati.
Sikap berhati-hati semacam ini pula yang dinasihatkan Rasul Paulus.
Saat itu, jemaat Galatia sedang menghadapi isu pengajaran sesat.
Banyak pihak berusaha mengacaukan atau memutarbalikkan Injil (ayat
7). Jadi, Paulus menasihati mereka untuk tidak menerima begitu saja
segala pengajaran baru yang mereka terima. Caranya dengan
membandingkan hal baru tersebut dengan pengajaran yang telah mereka
terima dari Paulus (ayat 8).
Sebagai orang percaya zaman ini, berbagai "pengajaran baru" juga
menggempur kita. Isunya mungkin seputar ketuhanan Yesus, kebangkitan
Yesus, mukjizat, keselamatan, Alkitab, dan lain-lain. Sumbernya bisa
melalui buku yang kita baca, media massa yang membawa banyak berita,
atau bahkan dari khotbah di gereja. Dan itu membuat kita ragu atau
goyah. Dalam kondisi demikian, ingatlah nasihat Paulus: periksalah
setiap ajaran tersebut dengan membandingkannya pada pengajaran
mula-mula (yang sekarang tertulis di Alkitab). Itu sebabnya kita
wajib mempelajari Alkitab dan mengerti segala kebenarannya, agar
sanggup menguji setiap ajaran yang datang dan tak tersesat dalam
perjalanan -ALS
ALKITAB ADALAH SATU-SATUNYA
STANDAR KEBENARAN AJARAN IMAN KITA
|