Bacaan : Keluaran 14:9-14
Ada saat kita mengalami situasi "maju kena mundur kena". Jalan yang
ada di depan seolah buntu, tetapi untuk mundur juga tidak bisa.
Jadinya serbasalah. Misalnya, bertetangga dengan orang sulit dan
terus mencari-cari masalah. Capek hati rasanya. Namun, mau pindah
rumah juga tidak gampang. Atau, teman-teman di kantor yang
menjengkelkan. Kita merasa sangat tertekan. Sudah mencoba mencari
tempat kerja baru, tetapi tidak kunjung dapat.
Umat Israel dalam bacaan kita juga mengalami hal yang serupa. Mereka
baru keluar dari perbudakan di negeri Mesir. Akan tetapi, rupanya
Firaun tidak rela melepas mereka (Keluaran 14:5). Lalu mengejar
dengan bala tentaranya. Keadaan umat Israel terjepit. Di depan Laut
Teberau, sedangkan di belakang tentara Mesir. Mereka ketakutan (ayat
11). Musa mengingatkan mereka agar jangan takut, berdiri tetap, dan
berfokus pada penyertaan Tuhan (ayat 13). Akhirnya mereka selamat
sampai di seberang (Keluaran 14:30).
Langkah pertama menghadapi keadaan sulit adalah: jangan takut. Sebab
bukan saja tidak akan menolong, rasa takut juga malah bisa
melumpuhkan; membuat kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kedua, berdiri
tetap dalam iman. Biasanya dalam keadaan tertekan orang mudah sekali
tergoda mengambil jalan pintas; asal segera keluar dari masalah, lalu
menghalalkan segala cara. Padahal sikap demikian biasanya malah
semakin menjerumuskan. Ketiga, berfokus pada kasih dan penyertaan
Tuhan. Jalani hidup ini seberat apa pun dengan penyerahan diri dan
pengharapan. Tuhan akan bertindak -AYA
TUHAN AKAN BUKA JALAN, SAAT TIADA JALAN
KUNCINYA TETAP BERFOKUS KEPADA-NYA DAN TEGUH DALAM IMAN
|