Bacaan : Ayub 42:1-6
Emily hanyalah wanita biasa. Ketika mertuanya meninggal, suaminya
diminta melanjutkan sebuah proyek raksasa pembangunan jembatan.
Namun, di tengah proses pembangunan itu, suaminya sakit-lumpuh, tuli,
dan sulit berkomunikasi. Saat itulah, sang suami, dalam
keterbatasannya, mengajarkan berbagai hal mengenai pembangunan
jembatan. Emily pun menjadi asisten utama suaminya dan berusaha
belajar teknik pembangunan sendiri. Pada 1870, sebuah jembatan
sepanjang 1.825 meter terbentang kokoh di atas East River. Jembatan
tersebut menghubungkan Brooklyn dan Manhattan di Amerika Serikat.
Itulah Brooklyn Bridge, yang berhasil dituntaskan pembangunannya oleh
Emily Warren Roebling.
Pencobaan kerap membawa kita naik satu tingkat lebih tinggi. Melalui
masalah, tidak jarang kita bertemu dengan kemampuan-kemampuan kita
yang tidak terduga; belajar tentang arti pentingnya kasih, semangat
kekeluargaan, makna persahabatan sejati, dan yang tak kalah penting,
merasakan pengalaman penyertaan Tuhan yang luar biasa.
Itulah yang dialami Ayub. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa segala
yang ia miliki hilang lenyap. Namun, Allah menuntun Ayub melewati
setiap lembah yang penuh duka dan kepedihan. Dan, ketika semuanya
berlalu, Ayub mendapatkan pengalaman berharga. Ia mengalami sendiri
penyertaan Allah. Katanya, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar
tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau"
(ayat 5).
Mungkin Anda tengah dalam pergumulan berat. Jangan putus asa. Tuhan
punya rencana yang besar dalam hidup Anda -AYA
SIKAPI PENCOBAAN DENGAN IMAN
MAKA ITU AKAN MEMBAWA KITA LEBIH DEKAT DENGAN TUHAN
|