Bacaan : Efesus 6:1-4
Banyak konflik orangtua dan anak dibingkai oleh kata-kata: "Bapak Ibu
itu kuno!" Atau, "Anak zaman sekarang tidak tahu menghormati
orangtua, beda dengan zaman kami dahulu". Begitulah yang kerap
terjadi dalam banyak rumah tangga. Lalu bagaimana ketegangan seperti
ini mesti dikelola?
Paulus berpesan agar orangtua mendidik anak-anak dalam ajaran dan
nasihat Tuhan serta bertindak sedemikian rupa agar anak paham yang
mereka terima merupakan ekspresi kasih semata. Bisa jadi ajaran dan
nasihat mengambil bentuk yang tegas, tetapi tak pernah ketegasan itu
keluar dari hati yang membenci.
Sebaliknya, anak diminta menghormati orangtuanya, bukan hanya agar si
anak beruntung ("supaya lanjut umurmu", ayat 3). Anak perlu taat
kepada orangtua yang hidup dalam Tuhan karena ini merupakan sebuah
perintah; suatu keharusan! Namun, ingat juga pesan Paulus, "taatilah
orangtuamu di dalam Tuhan". Artinya, perspektif ketaatan pada
orangtua mesti berpusatkan kepada Tuhan. Nilai-nilai ketuhanan itulah
yang menjadi dasar ketaatan anak terhadap ayah dan ibunya.
Bisa saja orangtua berbuat salah, bahkan jahat. Terhadap kasus
seperti ini, anak tentu harus lebih memegang kebenaran sebagai
ekspresi imannya kepada Tuhan sebagai sumber segala kebenaran.
Sekalipun demikian, janganlah orangtua diabaikan. Mereka tetap layak
menerima hormat. Semoga sebagai anak, kita selalu menghargai orangtua
dengan hati yang hormat, bukan dengan hati yang merasa "lebih" lalu
meremehkan bahkan menihilkan orangtua sendiri -DKL
JIKA DAMAI YANG ANDA INGINKAN
MULAILAH dari KELUARGA ANDA-BUNDA TERESA
|