Bacaan : Yohanes 3:22-36
Nama Tenzing Norgay tidaklah sepopuler Sir Edmund Hillary. Padahal,
Norgay adalah orang yang mendampingi dan bersama Hillary menaklukkan
Mount Everest. Ia adalah penduduk asli yang berprofesi sebagai
pemandu jalan bagi Hillary. Setelah pendakian yang monumental itu,
nama Hillary menjadi terkenal ke seluruh dunia. Ia pun diingat dan
dikenang sebagai orang pertama yang menaklukkan Mount Everest.
Kecewakah Norgay? Tidak. Dalam sebuah wawancara ia berkata, "Andai
menjadi orang kedua yang menaklukkan Everest adalah hal yang
memalukan, saya akan menanggungnya." Norgay sadar betul ia hanyalah
pemandu. Tugas utama seorang pemandu adalah mengantar orang tiba di
tempat tujuan. Apa yang dicapai setelah itu bukanlah "bagiannya".
Sama dengan sikap yang dihidupi oleh Yohanes Pembaptis. Yohanes sadar
betul bahwa dirinya hanyalah seorang utusan; pembawa berita. Bukan
berita itu sendiri. Tugasnya adalah membuka jalan bagi Sang Mesias
(ayat 28). Kepada murid-muridnya yang bertanya, ia menjawab, "Ia
harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil" (ayat 30).
Begitulah prinsip dasar pelayanan kristiani: menjadikan Tuhan, yang
kita junjung dan layani, semakin dimuliakan dan diingat. Pelayanan
bukan untuk "membesarkan" nama kita, sebab kita ini hanyalah alat;
entah sebagai pendeta, guru Sekolah Minggu, aktivis gereja, atau apa
pun. Justru kalau karena pelayanan kita, orang malah lebih mengingat
dan mengagumi kita, pasti ada yang salah. Sebab itu berarti kita
telah mengambil apa yang bukan hak kita -AYA
TUJUAN PELAYANAN ADALAH MENJADIKAN TUHAN NOMOR SATU
BIARLAH KITA TETAP "DI BELAKANG"
|